Penyeragaman tarif Tol JORR jadi Rp 15.000 diterapkan usai Asian Games
Merdeka.com - Penyeragaman tarif tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) sebesar Rp 15.000 untuk kendaraan golongan I kemungkinan akan diterapkan setelah Asian Games 2018.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani membuka kemungkinan integrasi tarif Tol JORR ini akan diberlakukan pada awal September, meskipun sebenarnya bukan jalur lalu lintas utama bagi para atlet dan official Asian Games.
"Mungkin setelah Asian Games, awal September. Tapi sebetulnya venue Asian Games yang lewatin JORR itu enggak terlalu banyak. Banyaknya tol dalam kota," ujar dia di Balikpapan, Jumat (17/8).
Namun, keputusan akhir soal penerapan tarif ini berada di tangan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. "Mungkin lebih baik setelah Asian Games, jadi tuntas," ungkapnya.
Seperti diketahui, pemberlakuan single tariff di Tol JORR ini telah tertunda sebanyak dua kali, yakni pada 13 dan 20 Juni 2018. Alasannya, disebutkan Kementerian PUPR ingin memberi kesempatan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk dapat mensosialisasikannya secara lebih intensif pada masyarakat.
Desi melanjutkan, adanya bentuk penolakan dari pengguna jarak dekat, khususnya dari arah Tol Pondok Aren-Bintaro-Ulujami, turut menjadi salah satu kendala integrasi tarif Tol JORR ini bisa diimplementasikan.
"Kan ada penolakan dari masyarakat. Yang menolak itu orang-orang dari daerah Bintaro, Serpong. Karena ada 1-2 titik yang dikaji. Jaraknya terlalu pendek untuk harga yang terlalu tinggi," dia menyebutkan.
Lantaran salah satu jalur di Tol Pondok Aren-Bintaro-Ulujami akan terkena dampak penyamarataan ongkos ini. "Yang integrasi jadinya JORR dari (Tanjung) Priok ke Kamal, dan satu jalur Pondok Aren yang ke arah JORR," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya