Penyaluran Rendah, Kuota KPR Subsidi di 17 Bank Akan Dipangkas

Rabu, 7 Agustus 2019 17:46 Reporter : Merdeka
Penyaluran Rendah, Kuota KPR Subsidi di 17 Bank Akan Dipangkas Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memangkas kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 17 bank pelaksana yang penyalurannya masih rendah.

Plt Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Monhilal mengatakan, KPR FLPP itu disalurkan oleh 39 bank pelaksana. Bantuan FLPP kini disebutnya masih tersedia sekitar 30 persen untuk disalurkan.

"Realisasi FLPP sudah 70 persen. FLPP itu kan ikat kontrak dengan 39 bank," jelas dia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8).

Dari 39 bank tersebut, dia menyebutkan, penyaluran dari 17 bank masih di bawah 50 persen dari kuota yang ditetapkan. Sebagai ganjaran, tambahnya, kuota dari 17 bank tersebut akan dipangkas.

"Yang penyaluran di bawah 50 persen kita kurang kuotanya. Kalau dibiarkan malah enggak keserap, susah kita. Ada sekitar 17 bank yang akan dikurangi, sebagian besar bank daerah," paparnya.

"Kita nego mau dikurangi berapa. Kita diskusikan masih sanggup berapa. Kalau triwulan tiga masih tidak perform langsung, kita kurangi sepihak tanpa nego," dia menambahkan.

Nantinya, jatah kuota dari 17 bank itu bakal dialihkan kepada bank yang penyaluran KPR subsidinya tinggi, seperti BTN dan BTN Syariah. Monhilal menyampaikan, kuota penyaluran kedua bank tersebut sudah habis.

"Jadi memang kita harap nanti bank yang habis kita berikan ke yang lebih signifikan dan sudah habis (kuotanya), itu BTN dan BTN Syariah. Alasan orang di BTN karena itu kan core-nya. Terus dari sebelum kita lahir juga BTN sudah jadi penyalur rumah, jadi sudah identik sekali," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini