Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penurunan harga gas bisa bikin industri pulp dan kertas bergairah

Penurunan harga gas bisa bikin industri pulp dan kertas bergairah pabrik kertas. shutterstock

Merdeka.com - Industri pulp dan kertas menjadi salah satu industri strategis nasional yang memberikan konstribusi terhadap devisa negara sekitar USD 5,6 miliar per tahun. Industri pulp Indonesia menempati peringkat ke-9 di dunia dan industri kertas menempati peringkat ke-6 dunia.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Aryan Warga Dalam menilai banyak pabrik kertas yang tak lagi beroperasi di Indonesia. Hal ini disebabkan tingginya hargas gas untuk industri.

"Di Asia, industri kertas berada di peringkat 3 di bawah China dan Jepang. Namun dilihat dari tren ekspor pulp dan kertas Indonesia cenderung mengalami penurunan, seiring dengan turunnya kapasitas produksi dan tutupnya beberapa pabrik. Hal tersebut dikarenakan semakin meningkatnya biaya produksi, harga jual kertas yang cenderung turun, membanjirnya produk-produk kertas impor serta mahalnya harga gas," ujar Aryan di Jakarta, Selasa (15/11).

Menurutnya, harga gas bagi industri pulp dan kertas merupakan komponen terbesar kedua setelah biaya bahan baku dalam keseluruhan biaya produksi. Kebutuhan gas bumi untuk industri pulp dan kertas pada tahun 2015 sebesar 301,92 MMScfd.

Selama ini, industri pulp dan kertas menggunakan energi dari beberapa sumber diantaranya gas. Namun, harga gas di Indonesia jauh lebih mahal dibanding harga gas di negara-negara Asia Tenggara.

"Harga gas yang diterima oleh Industri pulp dan kertas berkisar USD 9,15 hingga 11 per MMbtu, sedangkan di negara ASEAN lainnya harga gas di bawah USD 5 per MMbtu. Perbedaan ini, berdampak langsung terhadap biaya produksi sehingga dapat menurunkan daya saing industri kertas," jelasnya.

Disisi lain, sesuai dengan Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang RAN GRK, Industri pulp dan kertas ditargetkan untuk dapat menurukan emisinya sebesar 0,38 Juta Ton CO2e per tahun. Penurunan emisi ini hanya dapat dicapai dengan mengganti penggunaan energi dari batubara menjadi gas.

Apabila harga gas diturunkan menjadi USD 4 hingga 5 per MMbtu, maka dampak ekonomi penurunan harga gas tersebut dapat meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas nasional dan diharapkan dapat mendongkrak penjualan pulp dan kertas sebesar 15 persen. Atas dasar kenaikan produksi dan penjualan pulp dan kertas, akan meningkatkan pendapatan negara dan tentunya juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

"Kami berharap penurunan harga gas dapat segera diterapkan untuk mengembalikan kondisi industri pulp dan kertas yang cenderung mengalami penurunan dan juga untuk mendorong peningkatan kinerja industri pulp dan kertas sebagai industri nasional yang strategis dan berdaya saing global," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP