Penjelasan Lengkap OJK Pantau Jiwasraya Sejak 2013 yang Alami Defisit Rp5,2 Triliun

Kamis, 19 Desember 2019 18:51 Reporter : Idris Rusadi Putra
Penjelasan Lengkap OJK Pantau Jiwasraya Sejak 2013 yang Alami Defisit Rp5,2 Triliun jiwasraya. ©2018 blogspot.com

Merdeka.com - Kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya cukup menyita perhatian beberapa waktu belakangan ini. Perusahaan BUMN tersebut tidak mampu membayar polis nasabah.

Direktur Utama PT Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko mengaku tidak menyanggupi untuk membayar polis jatuh tempo pada tahun ini. Di mana polis jatuh tempo Oktober hingga Desember sebesar Rp12,4 triliun, sementara total tunggakan sebesar Rp16,3 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus memantau perkembangan penyelesaian masalah Jiwasraya ini. Dalam catatan OJK, otoritas sudah melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Jiwasraya sejak peralihan fungsi pengawasan dari BAPEPAM-LK pada Januari 2013. Saat dialihkan tersebut, kondisi Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2012 mengalami surplus sebesar Rp1,6 triliun.

"Surplus tersebut dikarenakan Jiwasraya melakukan penyehatan keuangan dengan mekanisme financial reinsurance yang bersifat sementara dan OJK meminta Jiwasraya tetap harus menyiapkan langkah-langkah perbaikan jangka panjang yang berkelanjutan (sustainable). Apabila tidak menggunakan mekanisme financial reinsurance, kondisi Jiwasraya masih defisit sebesar Rp5,2 triliun," jelas Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/12).

Berdasarkan assessment pengawasan yang dilakukan oleh OJK untuk posisi Desember 2017 dan berdasarkan hasil audit oleh Auditor Independen (Kantor Akuntan Publik), kondisi Jiwasraya menunjukkan bahwa nilai cadangan Jiwasraya dikoreksi auditor karena nilainya lebih rendah dari nilai yang seharusnya (understated), akibatnya laba Jiwasraya dikoreksi dari semula Rp2,4 triliun (unaudited) menjadi Rp428 miliar.

"OJK telah mengingatkan Jiwasraya untuk mengevaluasi produk saving plan dan menyesuaikan guaranted return sesuai dengan kemampuan pengelolaan investasi perusahaan. Dalam hal Jiwasraya akan menghentikan seluruh produk saving plan, maka perlu memperhatikan kondisi likuiditas perusahaan," jelas Sekar.

Baca Selanjutnya: Rekomendasi OJK...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini