Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026: Jasa Marga Catat Lonjakan Signifikan di Empat Ruas Regional Nusantara
Jasa Marga melaporkan Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026 yang signifikan di empat ruas tol Regional Nusantara, mencapai 1,6 juta kendaraan. Apa saja ruas tol yang terdampak dan bagaimana imbauan untuk pengguna jalan?
Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026. Hal ini terjadi di empat ruas tol Regional Nusantara selama periode H-7 hingga Hari H Natal 2025, yakni dari 18 hingga 25 Desember 2025.
Total volume lalu lintas (lalin) tercatat mencapai 1.620.489 kendaraan, menunjukkan pertumbuhan 8,10 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang akhir tahun.
Empat ruas tol yang mengalami peningkatan konsisten adalah Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Tol Manado-Bitung (Mabit), dan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan. Jasa Marga memprediksi peningkatan ini masih akan berlanjut hingga Tahun Baru 2026.
Lonjakan Lalu Lintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa secara keseluruhan, volume lalu lintas selama periode Nataru ini mencapai 1.620.489 kendaraan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,10 persen dibandingkan total volume lalin pada kondisi normal yang berada di angka 1.499.041 kendaraan. Peningkatan Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026 ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk bepergian.
Rivan juga mengungkapkan bahwa potensi peningkatan volume lalin di ruas-ruas tol Jasa Marga Group masih akan terjadi. Hal ini mengingat banyaknya masyarakat yang memanfaatkan libur panjang akhir tahun untuk melakukan perjalanan. Oleh karena itu, Jasa Marga terus memantau dan mengantisipasi lonjakan lebih lanjut.
Ruas-ruas tol Regional Nusantara yang konsisten mengalami peningkatan lalu lintas selama delapan hari berturut-turut tersebar di berbagai wilayah. Ini mencakup Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah. Data ini menyoroti pola pergerakan masyarakat yang merata di seluruh Indonesia.
Rincian Peningkatan Lalin di Setiap Ruas Tol
Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) mencatat total volume lalin sebanyak 136.866 kendaraan melintas. Angka ini meningkat 15,4 persen dibandingkan total volume lalin normal sebesar 118.612 kendaraan. Peningkatan Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026 di ruas ini didominasi oleh pergerakan menuju dan dari Bandara Kualanamu.
Dari data tersebut, 45.201 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu, naik 28,32 persen. Sementara itu, 49.001 kendaraan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT Kualanamu, meningkat 23,01 persen. Hal ini menunjukkan mobilitas tinggi di sekitar bandara.
Di wilayah lain, Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) mengalami peningkatan volume lalin paling tinggi, yaitu 46,9 persen, dengan 128.092 kendaraan melintas. Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 35,6 persen, dengan 69.370 kendaraan. Peningkatan ini menunjukkan aktivitas perjalanan antar kota yang tinggi.
Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan mencatat Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026 sebesar 70,2 persen, dengan 176.181 kendaraan. Sebanyak 101.944 kendaraan menuju Yogyakarta melalui GT Prambanan (naik 95,43 persen), dan 87.546 kendaraan meninggalkan Yogyakarta (naik 64,33 persen). Angka ini mengindikasikan popularitas Yogyakarta sebagai destinasi liburan.
Imbauan Jasa Marga untuk Kelancaran Perjalanan
Menyikapi Peningkatan Lalin Tol Nataru 2025/2026, Rivan A. Purwantono mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik (e-toll). Imbauan ini berlaku sebelum dan selama melakukan perjalanan pada periode arus lalu lintas Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kesiapan saldo e-toll sangat krusial.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban perjalanan di jalan tol. Selain itu, hal ini juga dapat menekan potensi terjadinya antrean di gerbang tol pada periode libur panjang akhir tahun. Volume lalu lintas yang relatif tinggi memerlukan persiapan ekstra dari pengguna jalan.
Rivan menekankan pentingnya hal ini, "Pada momen libur panjang akhir tahun, mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami imbau kepada pengguna jalan untuk memastikan saldo e-toll mencukupi sejak sebelum berangkat hingga tiba di tujuan."
Ia menambahkan, "Hal sederhana ini sangat berperan dalam mengurangi antrean di gerbang tol dan menjaga kelancaran arus lalu lintas." Dengan demikian, pengguna jalan diharapkan dapat berkontribusi pada pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews