Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha Yakinkan Stok Makanan Masih Aman Sampai Usai Lebaran 2020

Pengusaha Yakinkan Stok Makanan Masih Aman Sampai Usai Lebaran 2020 Pembatasan pembelian bahan pokok. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi), Adhi Lukman, memastikan seluruh stok bahan baku makanan dan minuman untuk olahan pangan dalam keadaan aman. Hal itu dia sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Jadi kami sampaikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada kekurangan sama sekali," kata dia di Jakarta, Kamis (19/3).

Pihaknya mengaku sudah memperhitungkan ketersediaan stok tersebut dapat bertahan sampai dengan habis Lebaran atau di Juni 2020 mendatang. Baik itu stok bahan baku maupun jadi.

"Hanya saja, ada beberapa catatan bahan baku yang masih ada kekurangan dan pemerintah akan segera merilis izinnya (impor) karena memang ketersediannya belum ada dalam negeri," kata dia.

Dia mencontohkan bahan baku seperti gula yang belum bisa diproduksi secara masal. Sebab, sebagian produksi dalam negeri baru dimulai di akhir Mei-Juni.

"Yang paling penting kami ingin juga menjamin bahwa distribusi itu juga lancar sampai di tangan konsumen. Jadi tidak perlu ada kepanikan," tandas dia.

Pembatasan Pembelian 4 Bahan Pangan

4 bahan panganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga, mengungkapkan pembatasan penjualan 4 bahan makanan pokok yakni beras, gula, minyak goreng, dan mi instan, dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu juga mendorong keadilan bagi masyarakat.

"Misalnya sudah antre 30 orang malam-malam (untuk belanja) ternyata antrean ke 15 habis, karena ada pembelian yang tidak seperti biasanya, kan kasian yang antrean 15 ke sini tidak kebagian," ujarnya setelah pemantauan bahan pokok, di Food Station Tjipinang Jaya, komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (18/3).

Dia menjelaskan bahwa pedagang ritel kemungkinan juga tidak bisa menyiapkan barang pada saat yang dibutuhkan. Maka dari itu, para asosiasi ritel dan pedagang meminta kepada pihaknya supaya diatur distribusinya.

"Itu semua atas permintaan asosiasi pedagang ritel dan pedagang pasar, karena mereka merasakan ada pembelian dari beberapa komoditi secara melonjak, tidak seperti biasanya," kata Daniel.

Surat edaran pengaturan pembatasan pembelian mengatur pembelian untuk beras kemasan 5 kilogram (Kg) maksimal membeli dua kemasan. Begitu pun dengan minyak kemasan 2 Kg maksimal pembelian dua saja.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP