Pengusaha Air Mineral jadi Orang Terkaya Di China Gantikan Jack Ma
Merdeka.com - Pendiri merek air minum kemasan China Nongfu Spring, Zhong Shanshan, menjadi orang terkaya di China setelah menggeser pendiri Alibaba, Jack Ma. Zhong masuk sebagai orang terkaya kedua di Asia setelah Mukesh Ambani, dan orang terkaya ke-17 di dunia dalam daftar Bloomberg.
Kekayaan Zhong diperoleh dari perusahaannya bersama Nongfu Spring, yang menjual air dalam kemasan. Perusahaannya itu menguasai seperempat pasar air kemasan di China.
Dilansir dari CNN, total kekayaan Zhong mencapai USD58,7 miliar atau sekitar Rp 876 triliun. Sementara, kekayaan Jack Ma lebih rendah USD2 miliar dari Zhong, tepatnya sebesar USD56,7 miliar atau sekitar Rp 846 triliun.
Selain itu, Zhong juga merupakan pemegang saham terbesar dari perusahaan farmasi bernama Beijing Wantai Biological Pharmacy. Perusahaan itu sedang mengembangkan vaksin (Covid-19) yang nantinya diinjeksi dengan alat semprotan hidung. Vaksin itu dikembangkan bersama Xiamen University dan Hong Kong University.
Kekayaan Zhong telah melonjak hingga USD51,9 miliar atau Rp 774 triliun selama tahun 2020. Penambahan kekayaan bersihnya itu mengalahkan Jeff Bezos dan Elon Musk, dan elit digital lainnya yang sedang 'berdarah-darah' karena penurunan nilai saham.
“Anda biasanya mengharapkan orang nomor satu di China datang dari pengusaha bidang teknologi," kata Ketua perusahaan riset kekayaan Hurun Report, Rupert Hoogerwerf.
Hoogerwerf mengatakan bahwa Zhong dikenal sebagai seorang yang rendah hati dan tertutup dibandingkan dengan para pemimpin bisnis top lainnya, sehingga Zhong diberi julukan "serigala tunggal".
"Dia tidak diketahui memiliki banyak teman pengusaha. Dia hanya menjalankan bisnisnya sendiri.Tetapi bahkan sebelum kesuksesan terbarunya, rekam jejak Zhong sangat mengesankan,” kata Hoogerwerf
Meski Zhong telah melampaui Jack Ma, namun pendiri Alibaba itu diprediksi akan kembali meraih posisi orang terkaya di China dalam waktu dekat. Pasalnya, Alibaba akan go public dalam IPO Ant Group Amerika Serikat (AS) bulan depan. Nilai saham Alibaba diperkirakan mencapai USD 28 miliar atau Rp 418 triliun.
Reporter Magang : Brigitta Belia
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya