Penerimaan pajak semester I meningkat, Menteri Sri Mulyani klaim ekonomi membaik

Jumat, 20 Juli 2018 11:23 Reporter : Merdeka
Penerimaan pajak semester I meningkat, Menteri Sri Mulyani klaim ekonomi membaik Sri Mulyani di acara buka puasa bersama. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan perekonomian Indonesia semakin membaik dari waktu ke waktu. Hal ini ditunjukkan dengan capaian penerimaan pajak semester I 2018 mencapai 40,4 persen dari target yang dicanangkan.

Dikutip dari akun instagram resmi Menteri Sri Mulyani, Jumat (20/7), sebagai pimpinan tertinggi di Kementerian Keuangan, dia berjanji terus menjaga kredibilitas pemerintah dalam mengelola penerimaan pajak sebagai sebuah pertanggungjawaban kepada generasi penerus bangsa.

Berikut tulisan lengkapnya:

Penerimaan perpajakan semester I 2018 telah mencapai 40,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 atau lebih baik dari periode yang sama pada 2017. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika dan kegiatan ekonomi meningkat, karena orang tidak mungkin membayar pajak kalau ekonominya tidak tumbuh.

Saya menyampaikan hal ini saat konferensi pers tanggal 17 Juli 2018 tentang APBN Kinerja dan Fakta (APBN KiTa) untuk capaian sampai bulan Juni 2018.

Secara keseluruhan, pada semester I 2018 ini, APBN 2018 menunjukkan kinerja yang positif. Bila dibandingkan tahun lalu, penerimaan negara tumbuh 16 persen dan penyerapan belanja negara tumbuh 5,7 persen.

Dengan capaian tersebut, keseimbangan primer atau penerimaan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang mengalami surplus sebesar Rp 10 triliun, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mengalami defisit Rp 68,2 triliun.

Sedangkan untuk keseluruhan defisit adalah sebesar Rp 110,6 triliun, lebih kecil dari tahun lalu sebesar Rp 175,1 triliun. Dengan defisit yang semakin menurun, pembiayaan utang semester I 2018 juga lebih kecil yaitu sebesar Rp 176 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 207,8 triliun.

Hal ini menunjukkan perbaikan dari sisi defisit maupun keseimbangan primer dalam 4 tahun terakhir.

Kami di Kementerian Keuangan senantiasa mengelola keuangan negara dengan baik karena pengelolaan APBN yang sehat, prudent dan berkelanjutan dapat meningkatkan kredibilitas pemerintah. Ini adalah juga bentuk pertanggungjawaban kepada anak cucu kami sebagai penerus bangsa di masa yang akan datang.

Reporter: Arthur Gideon

Sumber: Liputan6

  [bim]

Baca juga:
Dinas Pajak DKI sebut kenaikan PBB dan NJOP hanya di kawasan komersil
Tunggakan piutang Pemkot Malang hampir Rp 200 miliar
Realisasi penerimaan perpajakan tembus Rp 653,49 triliun di semester 1-2018
Neraca perdagangan mulai surplus, menkeu lanjutkan pemberian insentif industri
Menkeu ingatkan pegawai pajak permasalahan makin kompleks di masa mendatang
Sejarah 14 Juli ditetapkan sebagai Hari Pajak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini