Pemerintah terapkan program padat karya cash berantas kekumuhan di Ambon

Rabu, 14 Februari 2018 20:57 Reporter : Siti Nur Azzura
Pemerintah terapkan program padat karya cash berantas kekumuhan di Ambon Pemukiman kumuh. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku untuk mengatasi kekumuhan di daerah tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan nantinya, akan dilakukan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 2,5 km dengan nilai Rp 860 juta dan pembangunan saluran drainase sepanjang 350 meter dengan biaya sebesar Rp 242 juta melalui alokasi anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR tahun 2018.

"Kotaku merupakan program kolaborasi. Tidak hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga melibatkan Pemerintah Daerah dan warga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Kalau masyarakat tidak dilibatkan maka kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh," kata Basuki seperti dikutip Antara, Rabu (14/2).

Dia menambahkan, jumlah masyarakat setempat yang menjadi pekerja dalam kegiatan tersebut per harinya sebanyak 28-30 orang. Untuk tukang mendapatkan upah sebesar Rp 120 ribu per hari dan pekerja sebesar Rp 100 ribu per hari selama tiga bulan.

Untuk penyediaan infrastruktur dasar permukiman, PUPR bersama pemangku kepentingan lainnya telah mencanangkan gerakan 100-0-100. Yakni tersedianya 100 persen akses air minum bagi masyarakat, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen tersedia akses sanitasi sehat bagi masyarakat pada tahun 2019.

"Khusus penanganan kawasan kumuh, salah satunya melalui program Kotaku. Program Kotaku tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur lingkungan namun juga meningkatkan ekonomi warga dan prilaku hidup sehat masyarakat," imbuhnya.

Secara keseluruhan, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 11,28 triliun untuk program padat karya tunai. Program tersebut yakni program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pembangunan rumah swadaya maupun Rusun dan rumah tapak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan.

Alokasi anggaran padat karya di Provinsi Maluku melalui P3TGAI di 55 lokasi di empat kabupaten sebesar Rp 12,73 miliar, pemeliharaan jalan nasional sepanjang 1.772 km sebesar Rp 32,1 miliar, PISEW pada 21 lokasi di enam kabupaten sebesar Rp 12,6 miliar dan Kotaku di 24 kelurahan di tiga kabupaten/kota sebesar Rp 13,7 miliar. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini