Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah siapkan Rp 4 T bangun 40 Km rel kereta Trans Sulawesi

Pemerintah siapkan Rp 4 T bangun 40 Km rel kereta Trans Sulawesi Menhub Budi Karya Sumadi di Makassar. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Pemerintah menyiapkan dana Rp 4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 untuk pembangunan 40 kilometer (Km) jalur kereta Trans Sulawesi. Sejauh ini, pembangunan jalur ruas Sulawesi Selatan baru terealisasi 16 Km dari total panjang yang akan dibangun sepanjang 140 Km menghubungkan Makassar hingga ke Kota Parepare.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan rel oleh pemerintah diharap menjadi penarik minat swasta untuk melanjutkan 84 Km ruas sisanya.Nantinya proses tender rencananya mulai ditawarkan Februari 2018.

"Ada ide bagus dari Pak JK (Wapres Jusuf Kalla), APBN kita taruh Rp 4 triliun. Lalu kita undang investor dari luar juga dari Indonesia dan daerah juga. Saya sounding untuk ikut agar supaya ini menjadi kereta api yang pertama kali dibangun swasta," kata Menhub Budi, Jumat (27/10).

Kunjungan Menhub Budi tak lama usai Presiden Joko Widodo menyindir tentang rel kereta Sulsel yang sudah tiga kali digroundbreaking tapi pembangunannya belum tuntas juga. Menhub Budi berdalih kalau kunjungannya hari ini karena instruksi Presiden Joko Widodo yang gerah dengan progress pembangunan rel kereta Sulsel yang terkesan jalan di tempat.

"Sebenarnya tidak. Memang ini sudah jadi program. Tapi sebagai menteri, saya selalu melakukan cek end ricek terhadap proyek yang ada. Saya wajib mengontrol," ujarnya.

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, tidak banyak bicara khusus mengenai pembangunan rel kereta yang baru saja mendapat kritik pedas dari Presiden Joko Widodo ini. "Saya berterima kasih kepada bapak presiden, itu artinya bapak presiden punya perhatian terhadap pembangunan wilayah Sulsel," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan pihaknya siap mendukung pembangunan rel kereta melalui hasil kajian pihaknya. "Sudah lama kereta api kami impikan. Kereta api jangan hanya ada di Jawa. Unhas siap mendukung, ini sudah ada kajian demografinya, kulturnya juga. Unhas siap dikasi perintah," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP