Pemerintah Pertimbangkan Gandeng China Kembangkan Rare Earth di Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2020 21:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Pertimbangkan Gandeng China Kembangkan Rare Earth di Indonesia Luhut Rapat di Kemen PUPR. ©2020 Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan pemerintah masih dilema terkait investasi pengembangan Rare Earth (logam tanah jarang) di Indonesia. Sebab rare earth ini, kata Menko Luhut, paling banyak diproduksi di China. Sejauh ini, China dinilai menjadi investor potensial untuk rare earth ini.

"Ini dilematis, karena rare earth ini paling banyak di produksi di China. Amerika sendiri begitu di-banned China kelabakan juga. Nah investor yang paling cepat China," ujar Menko Luhut dalam Webinar Investasi di Tengah Pandemi, Sabtu (25/7).

"Jadi memang tidak sesederhana yang dilihat orang. Cari investor itu tidak semudah yang dipikirkan orang," imbuh dia.

Menko Luhut menyebutkan, adapun beberapa pertimbangan dalam menentukan investor, salah satunya terhadap kepentingan nasional. Selain itu juga ada perhitungan strategi, situasi geopolitik serta berapa banyak yang akan diberikan. "Tidak akan diberikan semuanya," kata Menko Luhut.

Baca Selanjutnya: Definisi Rare Earth...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini