Pemerintah Jokowi pastikan kembalikan kejayaan pedagang pasar
Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pedagang tradisional di Indonesia. Tujuannya, untuk mengembalikan pangsa pasar tradisional menjadi 50 persen, agar mampu bersaing dengan pedagang di pusat perbelanjaan atau mal besar.
Kementerian Perdagangan bersama dengan Kementerian Perindustrian akan membagi klasifikasi pasar menjadi pasar tradisional dan modern, dan menggabungkan klasifikasi toko menjadi convenience store. Selain itu, juga dilakukan akses berkeadilan (fair access) dalam sistem distribusi dan menyediakan pasar yang terintegrasi.
Untuk itu, pemerintah akan melarang pembangunan pasar modern di zonasi pasar tradisional, dan mewajibkan penyerapan produk lokal setempat (persihable group) serta mendorong perkembangan rantai nilai.
Nantinya, kebijakan ini akan membutuhkan peraturan mengenai zonasi dan waktu operasi pasar modern, dan insentif pembangunan pasar dan gudang daerah.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin agar pasar tradisional atau pasar rakyat tidak kalah dengan pasar modern. Bahkan pemerintah menargetkan membangun dan merevitalisasi 5.000 pasar tradisional dalam lima tahun.
"Tapi itu target kalau tidak nanti, pasar rakyat akan kalah dengan pasar modern, mall, supermarket, hipermarket. Saya tidak mau," kata Jokowi di Boyolali.
Presiden Jokowi berpesan agar pasar yang direvitalisasi dan rampung dalam waktu enam bulan tersebut terus dijaga dan dipelihara.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya