Pemerintah Ingatkan Pemda Jamin Ketersediaan Air Minum dan Sanitasi

Rabu, 25 Mei 2022 11:43 Reporter : Merdeka
Pemerintah Ingatkan Pemda Jamin Ketersediaan Air Minum dan Sanitasi Menteri PPN Suharso Monoarfa. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengingatkan peran penting kepala daerah dalam menjamin ketersediaan air minum dan sanitasi di masyarakat, dengan memastikan infrastruktur terus dibangun.

Menurutnya, Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2022 menjadi wadah penting dalam memperkuat profil sanitasi dan air minum. Ini sekaligus jadi wadah untuk mendiskusikan segala masalah utama dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

"Saya kira memang untuk penyediaan air minum yang sebagaimana ditingkatkan akses keamanan dan akses aman ini jawaban yang paling penting itu terletak di bahu para pemimpin di daerah," katanya saat membuka KASN 2022, Rabu (25/5).

Infrastruktur sanitasi dan air minum ini, menurutnya jadi satu aspek infrastruktur yang penting. Di samping akses jalan hingga gedung-gedung di perkotaan, dia juga melihat adanya ancaman jika sanitasi dan air minum ini tidak tertangani dengan baik.

"Seringkali kalau infrastruktur yang dilihat itu, jalan, gedung, padahal dari pengalaman kita saat pandemi, ketersediaan air itu menunjukkan (sebuah) ancaman. Kalau sekarang kita dihadapkan dengan hepatitis, kita lihat juga penyakit menular yang ada di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia," terangnya.

Selain itu, Suharso mengungkap peningkatan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman merupakan salah satu indikator dari Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan ini telah menjadi bagian penting dalam penyediaan infrastruktur yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Sejalan dengan visi Indonesia 2045, transformasi ekonomi didukung pembangunan SDM di mana didalamnya penyediaan air minum dan sanitasi berperan penting, sehingga kita bisa menyelamatkan masyarakat dan bangsa dari ketersediaan air yang tak memenuhi syarat," tuturnya.

Dia menegaskan, pandemi menjadi satu cermin penting dalam menyediakan fasilitas air minum dan sanitasi yang memadai di rumah tangga. Untuk itu, hal ini perlu diselesaikan secara terintegrasi, terutama dalam mencegah dan mengendalikan infeksi yang jadi salah satu sumber gangguan penyakit.

Dia memastikan sektor ini perlu menjadi prioritas di skala nasional dan pembangunannya di tingkat daerah. Sementara, dalam mengejar target penyediaan air dan sanitasi yang aman, dia memandang perlu ada kolaborasi berbagai pihak.

"Diperlukan kolaborasi yang kuat untuk itu utamanya para pemangku kepentingan termasuk sektor swasta melalui kerja sama badan usaha dan pendanaan inovatif lainnya, seperti wakaf, zakat, infak, sedekah, dana masyarakat dan CSR," tandasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Siapkan Tandon Air Buat Warga, Begini Cara BPBD Cilacap Antisipasi Bencana Kekeringan
Wapres Ma'ruf Amin: Akses Air Minum Aman Baru Dinikmati 11 Persen Penduduk RI
Mitos atau Fakta: Tubuh Perlu Minum 8 Gelas Air Tiap Hari
Buruknya Distribusi Air Bersih di Tengah Ancaman Kekeringan Jakarta
Air Bisa Menjadi Penyebab Masalah Kulit: Mengenal Air Sadah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini