Pemerintah dorong anak muda melek teknologi digital genjot daya saing
Merdeka.com - Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut bonus demografi pada 2030 mendatang. Diharapkan tingginya populasi usia produktif tersebut dapat memberikan efek positif terhadap daya saing bangsa.
"Kita menikmati bonus demografi 2030 mendatang, anak muda jauh lebih dominan. Maka tantangannya adalah bagaimana kita investasi SDM sebaik mungkin," kata Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/6).
Menteri Hanif menyatakan, saat ini generasi muda juga perlu mampu memaksimalkan perkembangan teknologi. Sebab, Indonesia kini tengah memasuki Revolusi Industri 4.0. Dengan pemanfaatan itu diyakini generasi muda Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
"Maka kita bantu anak muda kita partisipasi pengembangan industri digital dengan cara digital skillnya, terus terang kita kurang. Kurang di bidang itu dengan kemampuan spesifik terutama yang tersertifikasi," imbuhnya.
Sebagai informasi saja, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meresmikan Innovation Room atau Ruang Inovasi yang terletak di Lantai M, Gedung Parkir Kementerian Ketenagakerjaan. Menteri Hanif mengatakan, pembangunan Innovation Room bagi angkatan kerja muda adalah cara Kemnaker untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan secara strategis, yaitu dengan memanfaatkan teknologi.
Keberadaan Innovation Room ini adalah keniscayaan karena dunia kerja saat ini membutuhkan fleksibilitas dan kecepatan tinggi, sehingga terjadi perubahan dalam etos kerja dari yang tadinya statis menjadi dinamis," katanya dalam peluncuran Innovation Room, di Kemenaker.
Menteri Hanif mengungkapkan, penguasaan teknologi yang didominasi oleh anak muda mendorong Kemnaker untuk memfasilitasi anak muda dalam berkreasi sehingga dapat menurunkan jumlah penganggur muda dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi milenial.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya