Pemerintah catat perbandingan pertumbuhan kendaraan & jalan raya saat ini capai 10:1
Merdeka.com - Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Karlo Manik, mengungkapkan pertumbuhan kendaraan bermotor saat ini sangat tinggi. Pertumbuhan ini tidak mungkin diimbangi dengan penyediaan jalan raya terutama di Ibu Kota.
"Kita tidak mungkin terus-terusan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang cukup tinggi sekarang kita tidak mungkin membangun jalan. Mungkin Jakarta akan habis jadi jalan semua," ujarnya dalam sebuah acara konferensi pers di Kawasan Pacenongan, Jakarta, Selasa (6/3).
Karlo mengungkapkan, saat ini pertumbuhan kendaraan bermotor sudah mencapai 10 persen. Sementara, pertumbuhan jalan raya masih di bawah 1 persen.
"Kalau kita ikuti terus (pertumbuhan kendaraan dengan pertumbuhan jalan) ya jadi jalan semua kota kita ini."
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pergerakan kendaraan di Jabodetabek sudah sangat tinggi. "Pergerakan di Jabodetabek sudah cukup tinggi ada 48,5 juta pergerakan di Jabodetabek cukup banyak," kata Karlo.
Oleh sebab itu, lanjutnya, cara untuk mengurangi kemacetan adalah dengan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Karlo menyatakan, saat ini pengguna angkutan umum di Jakarta baru sekitar 23 persen. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 40 persen pada 2019 saat MRT dan LRT sudah beroperasi.
"Itu menjadi 40 persen karena kita yakin nanti kalau LRT sudah selesai dan MRT selesai angkutan umum kita sudah cukup banyak. Dan kita harapkan angkutan massal bisa selesai tepat waktu."
Sementara itu, di tahun 2029 Karlo mengungkapkan ditargetkan lebih dari setengah warga Ibu Kota sudah beralih menjadi pengguna angkutan umum. "Sampai tahun 2029 sebanyak 60 persen kita pindahkan."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya