Pemerintah Berencana Tarik Utang Rp 971,2 Triliun di 2021

Jumat, 14 Agustus 2020 14:53 Reporter : Siti Nur Azzura
Pemerintah Berencana Tarik Utang Rp 971,2 Triliun di 2021 Jokowi di sidang tahunan MPR. ©Setpres RI

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 mencapai Rp 1.776,4 triliun dan belanja negara Rp2.747,5 triliun. Maka Defisit Anggaran diperkirakan mencapai Rp971,2 triliun atau setara 5,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia menjelaskan, defisit anggaran tahun 2021 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dan dikelola secara hati-hati. Pembiayaan utang dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan countercyclical dan akselerasi pemulihan sosial ekonomi.

"Pengelolaan utang yang hati-hati selalu dijaga Pemerintah secara konsisten," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (14/8).

Pembiayaan defisit RAPBN tahun 2021 akan dilakukan melalui kerja sama dengan otoritas moneter, dengan tetap menjaga prinsip disiplin fiskal dan disiplin kebijakan moneter, serta menjaga integritas, kredibilitas, dan kepercayaan pasar surat berharga pemerintah.

Komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang tetap dalam batas yang terkendali. Pemerintah terus meningkatkan efisiensi biaya utang melalui pendalaman pasar, perluasan basis investor, penyempurnaan infrastruktur pasar Surat Berharga Negara (SBN), diversifikasi, dan mendorong penerbitan obligasi/sukuk daerah.

Baca Selanjutnya: Pembiayaan Investasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini