Pembangunan Masjid dari Putra Mahkota Abu Dhabi di Solo Dimulai Januari 2020

Selasa, 10 Desember 2019 21:02 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pembangunan Masjid dari Putra Mahkota Abu Dhabi di Solo Dimulai Januari 2020 Menag Fachrul Razi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Agama Fachrul Razi menghadiri rapat terkait persiapan investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia tahun 2020 di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dalam rapat tersebut sempat disinggung tentang proyek pembangunan masjid hadiah dari UEA untuk Presiden Joko Widodo di Solo.

Dia menyebut, pembangunan masjid rencananya akan dimulai Januari 2020, mengingat lahan sudah tersedia. Diketahui, masjid akan di bangun di lahan milik PT Pertamina, di samping SPBU Gilingan, Solo.

"Tanahnya sudah selesai di Solo dari Pertamina," kata Fachrul usai rapat di Kementerian Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12).

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Ini Emirat Arab, Husin Bagis mengatakan pembangunan masjid tersebut berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, dengan luas sekitar 2,8-2,9 hektare. Tak hanya masjid dengan design mewah, akan dibangun juga islamic center.

"Masjidnya bagus dan akan ada islamic center di dalamnya," kata Husin.

1 dari 1 halaman

Ditinjau Luhut

Sebelumnya, Luhut sudah meninjau sebuah lahan milik PT Pertamina, di samping SPBU Gilingan, Solo, yang rencananya akan dibangun sebuah masjid dan Islamic center. Dia tak menampik jika lahan tersebut sebagai lokasi alternatif untuk pembangunan masjid bantuan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

"Ini saya lihat tanahnya. Prince Mohamed bin Zayed itu kan teman baik sama Presiden Jokowi. Dia mau bantu hibahkan satu masjid yang baik, terus ada sekalian tempat seperti pendidikan mengenai Islam," ujar Luhut, Kamis (29/8).

Luhut menjelaskan, Crown Prince of Abu Dhabi berulangkali menyampaikan kepada Presiden Jokowi terkait keinginannya. Yakni memberikan bantuan seperti yang dia lakukan di Arab Saudi dan negara lainnya dalam rangka menularkan Islam yang ramah, bersahabat dan tanpa kekerasan. [azz]

Baca juga:
Uni Emirat Arab akan Investasi Kembangkan Pendidikan di Indonesia
Menag dan Mendikbud Sepakat Materi Agama di Sekolah Tak Dihilangkan
Kemenag Cabut Naskah Ujian Bermuatan Materi Khilafah di Kediri
PKS Soal Majelis Taklim Wajib Terdaftar: Pemerintah Terjebak Masa Lalu
Majelis Taklim Harus Terdaftar, Muhammadiyah Sebut Menag Berlebihan
GP Ansor Nilai Peraturan Menteri Agama Soal Majelis Taklim Berlebihan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini