Miliki Utang Rp35 T, Angkasa Pura I Target Skema Restrukturisasi Siap Januari 2022

Selasa, 7 Desember 2021 09:22 Reporter : Anggun P. Situmorang
Miliki Utang Rp35 T, Angkasa Pura I Target Skema Restrukturisasi Siap Januari 2022 rupiah. shutterstock

Merdeka.com - PT Angkasa Pura I sedang menyiapkan program restrukturisasi operasional dan finansial yang ditargetkan rampung pada Januari 2022 mendatang. Seperti diketahui, saat ini perusahaan tengah terlilit utang Rp35 triliun imbas hantaman pandemi.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, sektor aviasi dan pariwisata merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Di mana, pandemi ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Situasi pandemi yang berkepanjangan membawa tekanan kepada kinerja operasional dan keuangan Angkasa Pura I. Namun di tengah situasi sulit ini, manajemen telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap kinerja.

"Yaitu dengan melakukan restrukturisasi operasional dan finansial," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dikutip keterangan resmi, Jakarta, Selasa (7/12).

Dalam hal restrukturisasi lanjut Fahmi, perusahaan akan melakukan upaya asset recycling, intensifikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi serta mendorong anak usaha untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).

"Kami optimis dengan program restrukturisasi ini dapat memperkuat profil keuangan perusahaan ke depan," kata Fahmi.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan pendapatan lainnya, transformasi bisnis usaha yang dilakukan Angkasa Pura I adalah menjalin kerja sama mitra strategis untuk Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Dhoho Kediri, Bandara Lombok Praya.

Perusahaan juga akan melakukan pemanfaatan lahan tidak produktif seperti lahan Kelan Bay Bali, dan mengembangkan airport city Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) serta eks Bandara Selaparang Lombok.

"Dengan berbagai inisiatif strategis tersebut kami optimis dapat bertahan menghadapi kondisi sulit ini dan mulai bangkit pada 2022 serta dapat mencatatkan kinerja keuangan positif," katanya.

Total target hasil restrukturisasi akan mencapai tambahan dana Rp3,8 triliun, efisiensi biaya sebesar Rp 704 miliar dan perolehan fund raising sebesar Rp 3,5 triliun. Perlu diingat, dengan adanya pembangunan bandara Angkasa Pura I maka secara konsolidasi menambah aset perusahaan.

Di 2021 ini aset akan mencapai Rp44 triliun dari semula Rp24 triliun di 2017, saat proyek-proyek pengembangan bandara mulai dilaksanakan. Tentunya dengan selesainya pelaksanaan pembangunan dan perluasan terminal bandara, maka seluruh bandara Angkasa Pura I menjadi lebih cantik.

"Lebih nyaman, dan dapat secara fleksibel menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik lagi," jelas Fahmi.

2 dari 2 halaman

Angkasa Pura I Kelola 15 Bandara

i kelola 15 bandara rev1

Angkasa Pura I merupakan salah satu BUMN pengelola bandara di Indonesia. Angkasa Pura I mengelola 15 bandara di tengah dan timur Indonesia, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemudian, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang.

Lalu Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.

Angkasa Pura I memiliki lima anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail. Angkasa Pura I merupakan bagian dari Holding BUMN Aviasi Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau dikenal sebagai InJourney sebagai corporate brand.

[bim]

Baca juga:
Membongkar Penyebab Angkasa Pura I Terlilit Utang Capai Rp 35 Triliun
Pendapatan Angkasa Pura I Terjun Bebas Akibat Pandemi Covid-19
AP I Minta Dispensasi Pajak Bandara Yogyakarta dari Rp28 Miliar Jadi Rp10 Miliar
Buah Manis Kejujuran, Halimah yang Menemukan Cek Miliaran Diangkat Jadi Supervisor
Tak Lagi Wajib Tes PCR, Penumpang Pesawat di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat
AP I Terapkan Aturan Baru Terkait Perjalanan Internasional
AP I Gratiskan Biaya Pendaratan Bandara Bali Hingga Akhir 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini