Miliarder Stephen Schwarzman Beri Saran Hindari 2 Hal Ini Jika Ingin Kaya
Merdeka.com - Stephen Allen Schwarzman adalah seorang pengusaha, investor, dan dermawan Amerika. Dia adalah ketua dan CEO The Blackstone Group, sebuah firma ekuitas swasta global yang dia dirikan pada tahun 1985.
Memiliki harta kekayaan USD23,5 miliar atau Rp 336 triliun pada 2021 lalu membuat dirinya menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaannya diperoleh dari The Blackstone Group.
Meski demikian, kekayaannya tak didapat dengan mudah, dan banyak kesalahan-kesalahan yang dia lakukan. Dia memiliki banyak cerita yang layak dibagikan tentang perjalannya menjadi miliarder.
Berikut 2 kesalahan utama Stephen Schwarzman yang bisa Anda pelajari, dilansir laman entrepreneur.com.
1. Tak Meminta Bantuan saat Mulai Pekerjaan Baru
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu nasihat Stephen Schwarzman yang paling umum adalah meminta bantuan saat Anda memasuki wilayah baru. Dia mengatakan, baik itu karier, hubungan, atau hobi baru, langkah terbaik adalah melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan di lingkungan yang tidak dikenal yakni bertanya dan minta bantuan jika Anda tak mampu atau bingung.
Schwarzman mengakui, dia memulai karirnya di bidang keuangan dengan melakukan hal yang sebaliknya. Dalam pekerjaan pertamanya dengan bank investasi Donaldson, Lufkin, & Jenrette.
"Sama sekali tidak terlatih. Tidak ada yang membantu saya. Mereka baru saja meninggalkan saya di kantor dan saya terlalu malu untuk meminta bantuan," ujar Schwarzman.
2. Mendekati Investor Tanpa Persiapan
Ketika dia mulai mendirikan Blackstone bersama Peter G. Peterson, Schwarzman membuat apa yang dia sebut, kesalahan setiap pengusaha dan itu hampir merugikan bisnisnya.
Mereka baru saja mulai merayu investor untuk dana ekuitas swasta awal, dan mulai dengan melakukan apa yang mereka pikir akan menjadi yang terbaik: mereka mendekati investor yang mereka tahu yang terbaik.
Logikanya sederhana: Jika mereka mengenal orang-orang ini, kemungkinan besar mereka akan mempercayai mereka. Masalahnya adalah Schwarzman dan rekannya tidak benar-benar memahami semua obrolan bersama investor tersebut.
Alih-alih memasuki setiap pertemuan lapangan yang disiapkan untuk melawan setiap dan semua keberatan, Schwarzman dan Peterson gagal dalam setiap pendekatan. Mereka buta dan tidak siap karena mereka tidak berlatih. Mereka pikir tidak perlu mempersiapkan hal apapun dengan investor yang sudah mereka kenal.
Namun, perlu diketahui bahwa penting untuk mempersiapkan segala hal dengan mencari tahu latar belakang investor dan lainnya. Tujuannya agar Anda bisa masuk dalam obrolan dengan investor tersebut untuk menarik perhatian.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya