Meski PMI Oktober Naik Tipis,Pemerintah Optimistis Pemulihan Ekonomi Bergerak Positif

Selasa, 3 November 2020 17:44 Reporter : Sulaeman
Meski PMI Oktober Naik Tipis,Pemerintah Optimistis Pemulihan Ekonomi Bergerak Positif Agus Gumiwang dan Jusuf Kalla Lepas Ekspor Garbarata. ©2020 Tim Media JK

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis kinerja industri manufaktur Tanah Air perlahan mulai bangkit kembali di tengah tekanan berat akibat dampak pandemi Covid-19. Geliat ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia bulan Oktober yang menembus level 47,8 atau naik dibanding capaian pada September yang menempati posisi 47,2 sebagaimana dilansir oleh IHS Markit.

"Alhamdulillah, ini berita yang baik. Walaupun terjadi kenaikan tipis, masih menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelaku industri. Semoga menjadi semangat bersama untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional," kata Menteri Agus di Jakarta, Selasa (3/11).

Menperin menilai, peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada awal kuartal IV tahun 2020 ini juga sebagai sinyal positif terhadap performa ekonomi yang kian bergairah. "Sektor manufaktur memang cukup terpengaruh oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara penuh di beberapa daerah," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Apresiasi Pemda Beri Kelonggaran PSBB

beri kelonggaran psbb

Oleh karena itu, Menteri Agus memberikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah yang telah melakukan pelonggaran PSBB di wilayahnya. Selain mampu menunjang aktivitas sektor industri, upaya tersebut menandakan bahwa penyebaran virus corona sudah dapat ditekan.

"Kami bertekad menjaga roda perekonomian terus berputar dengan menjamin keberlangsungan operasi dan mobilitas kegiatan industri, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Melalui IOMKI, Kemenperin optimistis, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta mencegah PHK dalam jumlah yang massif," paparnya.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menaikkan daya beli masyarakat di tengah kondisi sulit ekonomi akibat pandemi ini. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan diri dari para pelaku industri untuk ekspansi. "November dan Desember bisa dijadikan acuan apakah recovery benar-benar terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyatakan, kunci utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional adalah penanganan Covid-19. Namun dengan catatan tidak mengganggu aktivitas ekonomi perusahaan atau masyarakat perorangan di berbagai daerah.

"Memang tidak mudah, tetapi jika diterapkan lagi PSBB karena kasus kembali meningkat, akan lebih mengkhawatirkan," tuturnya.

Baca juga:
Daihatsu Gelar Konvensi Inovasi untuk Tingkatkan Kualitas Produk
Bisnis Otomotif Astra Turun 70 Persen, Untung Penjualan Mobilnya Naik di Kuartal III
Meski Terpukul akibat Pandemi, Pemerintah Terus Pacu Industri Otomotif RI
Indonesia Nihil Pameran Otomotif Tahun Ini, Gaikindo Jakarta Auto Week Mundur ke 2021
Surplus Neraca Perdagangan Pertanda Industri Manufaktur Mulai Membaik
Menperin Optimistis Industri Manufaktur Mampu Tumbuh 5,5 Persen di 2021
Sederet Upaya Pemerintah Jokowi untuk Memulihkan Kinerja Industri Dalam Negeri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini