Menteri Sri Mulyani Beberkan Peran APBN Wujudkan Ketahanan Pangan

Minggu, 11 Oktober 2020 18:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Sri Mulyani Beberkan Peran APBN Wujudkan Ketahanan Pangan Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf tengah berupaya mewujudkan ketahanan pangan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan memperluas wilayah atau membuka lahan tambahan baru, tidak hanya untuk padi tetapi juga untuk perkebunan hortikultura.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan dalam jangka menengah dan panjang, Indonesia juga akan memperkenalkan program food estate sebagai upaya untuk menciptakan ketahanan pangan. Caranya dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa.

Kemudian, investasi pada infrastruktur teknologi digital juga dipersiapkan agar dapat menciptakan aksesibilitas di seluruh wilayah Indonesia hingga ke pelosok negeri. Dengan demikian, produksi dan pasar akan terhubung dengan cara yang lebih efisien.

"Semua ini menjadi bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021," tulisnya seperti dikutip dari laman instagramnya @smindrawati, Minggu (11/10).

Sebagai catatan, ada sekitar 32 persen rumah tangga yang terindikasi mengalami kekurangan pangan yang disebabkan oleh terganggunya sistem logistik dan turunnya daya beli. Itu terjadi karena kehilangan penghasilan dan pekerjaan.

Oleh karena itu, pemerintah memperluas bantuan sosial untuk 10 juta penerima manfaat agar mereka dapat memiliki akses keterjangkauan makanan yang stabil. Hal ini telah terakomodasi di dalam APBN 2020.

"Ayo dukung APBN sebagai instrumen fiskal untuk mewujudkan ketahanan pangan di dalam negeri!," seruannya.

2 dari 2 halaman

Percepat Food Estate, Jokowi Bakal Gunakan Drone Hingga Traktor Apung

estate jokowi bakal gunakan drone hingga traktor apung rev1

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali meninjau lahan proyek lumbung pangan nasional atau food estate di Kalimantan Tengah. Tahun ini ditargetkan sekitar 30 ribu hektare akan ditanami padi.

"Di Kabupaten Pulang Pisau untuk 2020 kita ingin memulainya 2020, di Kabupaten Pulang Pisau akan dikembangkan 10 ribu hektare di Kabupaten Kapuas akan dikerjakan 20 ribu hektare sehingga totalnya di Provinsi Kalimantan Tengah untuk 2020 adalah 30 ribu hektare," kata Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10).

Untuk melakukan percepatan proyek lumbung pangan nasional tersebut, dia akan menggunakan alat-alat modern. Mulai dari pesawat tanpa awak (drone) untuk memupuk areal persawahan lewat udara, hingga traktor apung guna membajak sawah.

"Ini traktor khusus dan dipakai saya tanya tadi '1 hari bisa berapa hektare?' operator traktor bilang 2 hektare ini adalah sebuah kecepatan," ungkap mantan Wali Kota Solo itu.

Lahan tersebut pun rencananya tidak hanya ditanam padi, tetapi nantinya di beberapa sisi akan ditanami jeruk, bawang merah hingga kelapa.

Kemudian, Jokowi juga berencana menggabungkan budidayakan ikan dan itik di lahan tersebut. Dia juga berharap dengan model kombinasi model bisnis tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Dengan cara-cara ini kita harapkan pendapatan petani akan naik. Ini kombinasi model bisnis seperti ini akan kita coba lebih dulu begitu kita lihat ini bagus, sukses dan bagus, model bisnisnya akan kita copy di tempat-tempat lain per 1000 hektare lahan, akan ada model-model bisnis yang akan kita bangun," tutupnya.

[bim]

Baca juga:
Percepat Food Estate, Jokowi Bakal Gunakan Drone Hingga Traktor Apung
Hari Ini, Jokowi akan Tinjau Food Estate dan Bagikan Banpres di Kalteng
Tanahnya Miliki Keunggulan, Ini 5 Fakta Sumut Jadi Pusat 'Food Estate' di Indonesia
Kunjungi Wapres Ma'ruf, Menhan Prabowo Lapor Perkembangan Program Food Estate
Pastikan Ketersediaan Pangan, Pemerintah Genjot Pembangunan Food Estate
Presiden Jokowi Nilai Krisis Corona Momentum RI Lakukan Reformasi Struktural
Bulog Bangun 3 Gudang Beras di Wilayah Program Lumbung Pangan Kalimantan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini