Menteri Bappenas Buka-bukaan soal Ibu Kota Harus Segera Pindah dari Jakarta

Senin, 16 September 2019 18:39 Reporter : Merdeka
Menteri Bappenas Buka-bukaan soal Ibu Kota Harus Segera Pindah dari Jakarta Monas. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa salah satu alasan pemindahan ibu kota adalah karena semua aktivitas ekonomi berpusat di Jakarta. Kondisi ini membuat Jakarta harus menopang beban yang besar.

Dalam paparannya, Bambang merinci bahwa Jakarta saat ini menjadi pusat perdagangan yang mencapai 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perdagangan, pusat jasa keuangan sebesar 45 persen, pusat jasa perusahaan sebesar 68 persen, pusat administrasi pemerintahan dan pertahanan sebesar 49 persen, pusat jasa pendidikan sebesar 27 persen, dan pusat industri pengolahan sebesar 10 persen terhadap PDB sektor industri pengolahan.

"Jadi bisa dibayangkan ketika semua pusat di Jakarta, maka ketika Indonesia bertambah besar, Jakarta harus menopang beban makin berat," Ujarnya dalam dialog Ibukota Negara (IKN) ke-4, Jakarta, Senin (16/9).

Dengan beratnya beban tersebut, maka kemudian muncul beberapa permasalahan alam seperti berikut ini:

1. Kemacetan tinggi dan kualitas udara yang tidak sehat hingga membuat Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Sementara itu kerugian ekonomi akibat kemacetan mencapai Rp65 triliun per tahun (world bank 2017).

2. Rawan banjir tahunan, tanah turun dan muka air laut naik dengan 50 persen wilayah Jakarta memiliki tingkat keamanan banjir yang rendah.

3. Keterbatasan suplai air baku dan penurunan muka tanah. Saat ini PDAM hanya melayani 60 persen rumah tangga di Jakarta, sehingga 40 persen masyarakat menggunakan sumur bor. Sedangkan 72,31 persen rumah tangga membeli air minum kemasan.

4. Potensi ancaman aktivitas gunung Krakatau, Gunung Gede hingga berpotensi gempa-tsunami megathrust selatan Jawa Barat dan Selat sunda.

"Jadi memang Jakarta ada masalah yang dibuat manusia, juga ada tantangan alam yang harus kita hadapi, " imbuhnya.

Reporter Magang: Evie Hanena Rofiah [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini