Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Jauh Sekali dari Resesi

Senin, 8 Agustus 2022 19:16 Reporter : Sulaeman
Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Jauh Sekali dari Resesi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memastikan ekonomi Indonesia masih jauh dari potensi terjadinya resesi. Dia pun optimis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen pada 2022.

"Resesi masih masih jauh sekali. Untuk 2022 kami optimistis bisa mencapai target pertumbuhan di atas 5 persen," katanya dalam konferensi pers Ekonomi Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat di Kantor BKPM Jakarta, Senin (8/8).

Bahlil mencontohkan, pencapaian ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh sebesar 5,44 secara year on year (yoy) menjadi sinyal kuat akan prospek cerah di tahun ini. Mengingat, sejumlah negara justru mengalami perlambatan ekonomi imbas dari kenaikan harga komoditas energi akibat konflik Rusia dan Ukraina.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bagus 5,44 persen. Kita lihat investasi tumbuh, konsumi rumah tangga juga tumbuh," bebernya

2 dari 2 halaman

Inflasi Indonesia

Selain itu, laju inflasi di Indonesia juga relatif terkendali di level 4,35 persen yoy pada Juni 2022 dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Misalnya, Singapura sebesar 6.68 persen, Thailand 7,66 persen, Laos 23,60 persen, Myanmar 17,30 persen, dan Filipina 6,10 persen.

"Hampir semua negara mengalami persoalan inflasi. Di Indonesia, sekalipun naik tapi masih terkendali," tekannya.

Lanjutnya, kinerja neraca dagang Indonesia juga tetap memperpanjang rekor surplus selama 26 bulan berturut-turut. Per Juni 2022, neraca perdagangan surplus USD 5,09 miliar.

"Untuk 2022 kami optimistis bisa mencapai target pertumbuhan di atas 5 persen," tutupnya.

Baca juga:
Ekonomi RI Kuat Bertahan di Tengah Ancaman Resesi Global
Menko Airlangga: Peluang Indonesia Resesi Hanya 3 Persen
Negara Dunia Banyak Krisis, Bagaimana Kondisi Ekonomi Indonesia?
AS Resesi, ini yang Bisa Dilakukan Masyarakat Antisipasi Ekonomi RI Ikut Bergejolak?
Simak, Dampak Resesi Amerika Serikat untuk Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp14.866 per USD Usai AS Memasuki Resesi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini