Menperin Soal RI Dikeluarkan dari Negara Berkembang: Perlu Persiapan

Rabu, 26 Februari 2020 21:27 Reporter : Siti Nur Azzura
Menperin Soal RI Dikeluarkan dari Negara Berkembang: Perlu Persiapan Agus Gumiwang. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, diperlukan persiapan terkait dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat atau US Trade Representative (USTR).

"Kita statusnya sudah tidak lagi negara berkembang, sudah menjadi negara maju. Dan ini assessment dari Amerika. Tentu dengan hal ini harus dipersiapkan," kata Menperin di Balaraja, Banten, dikutip Antara, Rabu (26/2).

Dia menjelaskan, pemerintah akan membahas beberapa hal terkait fasilitas pengurangan bea masuk atau Generalized Systems of Preference (GSP) kepada Indonesia. "Tapi juga tentu ada beberapa hal yang mau kita bicarakan terkait GSP, ini juga penting. Ada 700 items yang terkait GSP," jelasnya.

USTR memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volumes untuk pengenaan tarif anti-subsidi atau countervailing duty (CVD), pada 10 Februari 2020. Berdasarkan keputusan tersebut, Indonesia tidak lagi dimasukkan dalam daftar negara berkembang.

1 dari 1 halaman

Kriteria Baru

rev1

Menurut USTR, tiga kriteria baru yang diterapkan AS untuk negara berkembang adalah berdasarkan Gross National Income menurut versi Bank Dunia (lebih dari USD 12,375 per tahun), pangsa total perdagangan dunia diatas 0,5 persen (sebelumnya 2 persen), dan negara berkembang yang merupakan anggota Uni Eropa, OECD, dan G-20.

Berdasarkan kriteria tersebut, USTR mengeluarkan daftar negara berkembang dari pengecualian de minimis CVD, misalnya Argentina, Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Indonesia dikeluarkan dari pengecualian tersebut karena keanggotaan Indonesia dalam G-20 dan memiliki pangsa total perdagangan dunia 0,9 persen.

Total nilai perdagangan Indonesia dan negeri Paman Sam pada 2019 sebesar USD 26, 9 miliar dengan tren pertumbuhan 4,5 persen. Ekspor Indonesia ke AS pada 2019 tercatat USD 17,7 miliar. Indonesia surplus sekitar USD 9,2 miliar. [azz]

Baca juga:
Ada Virus Corona, LIPI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Hanya 4,84 Persen
Wamenkeu: Ekonomi Indonesia Berpotensi Turun 0,3 Persen Akibat Virus Corona
Dampak Perlambatan Ekonomi Global dan Virus Corona ke Ekonomi Indonesia
Luhut Soal RI Dikeluarkan dari Negara Berkembang: Kita Jangan Buruk Sangka
Hipmi: Dari Sisi Jumlah Pengusaha, Indonesia Belum Bisa Dikategorikan Negara Maju
Sri Mulyani: Indonesia Jadi Negara Maju Tak Berpengaruh Besar ke Perdagangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini