Menperin Kritik Anies Baswedan: Lebih Baik Kelola Sampah Dibanding Larang Plastik

Senin, 13 Januari 2020 21:22 Reporter : Merdeka
Menperin Kritik Anies Baswedan: Lebih Baik Kelola Sampah Dibanding Larang Plastik ilustrasi kantong plastik. ©2016 Merdeka.com/Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menilai ada persepsi yang salah terkait aturan pelarangan kantong plastik yang diterbitkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan.

"Sebetulnya ada persepsi yang salah yang tidak utuh yang dimiliki oleh berbagai pihak terhadap plastik. Jadi kalau pengolahan plastik itu bisa dilaksanakan sebaik-baiknya, dan kemudian plastik itu bisa dipakai bahan baku, dan itu bisa mendorong pertumbuhan industri itu sendiri," kata Agus di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (13/1).

Dalam pemikiran Agus, pelarangan plastik sebenarnya tak perlu dilakukan jika pemerintah daerah bisa mengeluarkan satu kebijakan pengelolaan sampah dengan baik dan benar termasuk sampah plastik.

"Karena sebetulnya sampah-sampah itu punya potensi luar biasa untuk menjadi bahan baku bagi industri itu sendiri," jelasnya.

Sebelumnya, memang Gubernur DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Pergub tersebut telah diundangkan pada 31 Desember 2019 dan ditandatangani sejak 27 Desember 2019, yang diketahui larangan tersebut akan efektif diberlakukan mulai Juli 2020.

1 dari 1 halaman

Pelarangan Plastik Gairahkan UMKM

gairahkan umkm rev1

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyambut positif adanya aturan pelarangan kantong plastik yang diterbitkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan. Menurutnya, upaya pelarangan kantong plastik tersebut justru akan menggairahkan kembali produk-produk UMKM.

"Justru positif larangan kantong plastik. Ini mendorong kembali produk UMKM karena nanti kan kembali lagi kemasannya pakai daun pisang, lalu misalnya tas dari keranjang bambu, terus kerajinan itu justru mendorong produk-produk UMKM," kata Teten dijumpai di Kantornya, Jakarta, Senin (13/1).

Dia menginginkan agar kebijakan Pemprov DKI ini dapat disambut baik oleh seluruh pelaku pasar. Mengingat, isu kantong plastik sendiri menjadi isu lingkungan paling besar di negara Indonesia.

"Dulu sebelum ada plastik alamiah pembungkus kita. Perikanan, daging pakai daun jati. Sekarang daun jati enggak diambil. Jadi peluang. Tas dari daun dari anyaman bambu rotan. Kalau ada demand, pasti produk itu naik lagi," jelas dia.

Reporter: Tira

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Menteri Teten Sebut Larangan Kantong Plastik di Jakarta Gairahkan UMKM
Anies Diminta Konsisten Soal Kebijakan Sampah Plastik di Jakarta
Mulai Juli 2020, Mal dan Pasar Dilarang Menggunakan Kantong Plastik
Sejumlah Fakta Soal Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Jakarta
Nadiem Makarim Larang Penggunaan Plastik di Lingkungan Kemendikbud
Menyulap Sampah Plastik Menjadi Barang Bernilai Ekonomis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini