Menko Luhut: WNA Masuk Indonesia Harus di Karantina 2 Minggu

Selasa, 31 Maret 2020 17:19 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Luhut: WNA Masuk Indonesia Harus di Karantina 2 Minggu Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi Ma'ruf akan memperluas kebijakan karantina wilayah di bandara dan juga pelabuhan. Titik-titik tersebut dirasa paling besar terjadinya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut binsar Panjaitan mengatakan, kedua area tersebut menjadi mobilitas terbanyak masuknya warga dari luar Indonesia. Sehingga nantinya jika ada warga negara asing masuk akan di karantina selama 2 minggu.

"Nanti akan kita bicarakan orang orang yang datang dari luar itu harus ada karantina 2 minggu, jadi baik dari Amerika, Jepang, Korea, Inggris, Eropa, itu semua 2 minggu," kata Menko Luhut dalam video offline yang di bagikan kepada wartawan, Selasa (31/3).

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia enggan melakukan lockdown dalam menangani wabah virus corona, sebab upaya lockdown tidak selalu berhasil dilakukan di tiap negara. Terbukti, hanya China yang berhasil melakukan lockdown untuk mengatasi virus corona. Sementara Italia dan Jerman gagal menerapkan kebijakan ini.

Luhut mengatakan, setiap negara memiliki caranya sendiri untuk mengatasi pandemi ini. Menurutnya, pilihan karantina wilayah lebih memungkinkan diterapkan di Indonesia.

1 dari 1 halaman

Luhut Pastikan Distribusi Pangan dan Obat-obatan Aman

distribusi pangan dan obat obatan aman rev1

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memastikan distribusi seluruh bahan pangan dan obat-obatan masih tetap aman. Menurutnya itu semua tidak jadi halangan meskipun nantinya bakal ada karantina wilayah di Jakarta.

"Kalau bahan pangan itu sudah diatur sedemikian rupa hampir tidak ada masalah lah. Jadi semua fasilitas untuk bahan pangan itu akan diberikan jadi saya tidak melihat itu jadi isu," kata dia dalam video offline yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (31/3).

Meski begitu, pengawasan dalam pendistribusian kedua komoditas tersebut tetap perlu diawasi. Sebab jika tidak khawatir akan disalahgunakan pihak-pihak tertentu, dan barang yang seharusnya jatuh di tangan konsumen menjadi terhambat.

"Karena ketersediaan 11 bahan pakan itu sekarang semua kami cek masih tersedia hanya penyalurannya ini yang perlu kita waspadai jangan sampai terhambat baik beras gula segala macam itu," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah tengah berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan agar di tegah situasi penyebaran virus corona atau covid-19 seluruh harga kebutuhan bahan pangan tetap terjangkau di masyarakat.

Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pemerintah telah memprioritaskan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok. Dia menyebut ada empat aspek yang menjadi perhatian pemerintah.

"Pertama dari sisi stok, ketersediaan pasokan, ketiga distribusi dan keempat yang paling penting adalah stabilisasi harga," kata Susi di Jakarta, Kamis (26/3).

"Setiap negara mencari caranya sendiri yang cocok dengan dia," kata Luhut. [idr]

Baca juga:
Pingsan di Pantai Sindhu Sanur, Bule Asal Jerman Dievakuasi Petugas Berpakaian APD
Jumlah Turis Asing ke Bali Turun Akibat Virus Corona
Jalan-jalan di Bogor, Sepasang Warga Italia Diperiksa Imigrasi
Cegah Corona, Pemkot Sabang Larang Wisatawan Asing ke Sabang
Tak Ada Penerbangan, Seorang WN China di Sumbar Tak Bisa Pulang Sejak Imlek
Kunjungan Turis di Bali Turun 20 Persen, Beberapa Karyawan Dirumahkan Sementara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini