Menko Luhut Tolak Disebut Menteri Segala Macam Urusan

Sabtu, 28 Mei 2022 10:19 Reporter : Sulaeman
Menko Luhut Tolak Disebut Menteri Segala Macam Urusan Luhut Binsar Panjaitan. ©2020 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan secara tegas menolak disebut sebagai menteri segala macam urusan. Pernyataan itu merespon kritik oleh sejumlah pihak atas tugas barunya yang dipercaya Presiden Jokowi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter di pasaran.

Menko Luhut menjelaskan, terkait alasan dirinya kerap dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk mengurusi berbagai hal tak lepas dari pengalamannya saat berkarir di bidang militer hingga pemerintahan. Menurutnya, berkat pengalaman tersebut dirinya mampu berkerja secara terintegrasi dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan Jokowi.

"Pengalaman itu dari skala kecil terbawa sampai sekarang penugasan saya. Saya bisa membuat terintegrasi semua kerjaan-kerjaan yang diberikan Presiden (Jokowi) kepada saya. Orang banyak tidak sadar itu. Orang pikir, ini mau menteri segala macam. Ndak, saya hanya Menteri Koordinator Bidang Maritim," tegasnya dalam acara Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), ditulis Sabtu (28/5).

Luhut menambahkan, seorang Menko Maritim juga mempunyai berbagai persoalan yang harus segera diselesaikan. Diantaranya untuk mengelola hasil kekayaan laut dan menjaga batas wilayah perairan Indonesia yang amat luas.

"Saya hanya menteri Koordinator Bidang Maritim, kan itu luas. 70 persen lebih luas Indonesia laut. Itu orang lupa, pengamat, dan angkatan darat juga tak sadar itu," tandasnya.

2 dari 2 halaman

?Presiden Jokowi Utus Luhut Bereskan Masalah Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk membereskan persoalan minyak goreng. Sebab, masalah minyak goreng hingga kini tak kunjung selesai, dimana harga minyak goreng masih belum di atas Rp 14.000 per liter.

"Tiba-tiba Presiden minta saya untuk ngurus minyak goreng. Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai tangani masalah kelangkaan minyak goreng. Kita harap nanti tidak terlalu lama selesaikan hal ini," kata Luhut dalam acara Perayaan Puncak Diesnatalis GAMKI ke 60, ditulis Senin (23/5).

Lebih lanjut, pihaknya optimis dapat mengatasi permasalahan kelangkaan minyak goreng di pasaran. "Saya hanya bantu saja, sekarang saya kira InsyaAllah akan beres tuh minyak goreng, yang penting kan selesai, ya sudah," tutupnya.

Baca juga:
Luhut akan Audit Seluruh Perusahaan Sawit Mulai Awal Juni 2022
Masalah Minyak Goreng Dinilai Sudah Lampu Kuning
Menko Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit dan Harus Punya Kantor di Indonesia
Negosiasi Menko Luhut Tawarkan Industri Hijau Kaltara ke Elon Musk
Galaknya Luhut Audit Perusahaan Kelapa Sawit Usai Ditunjuk Jokowi Urus Minyak Goreng
Luhut Bantah Ekonomi Indonesia Dikendalikan China

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini