Menko Luhut soal Penanganan Banjir: Jangan Salah-salahan Lah
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan buka suara terkait polemik pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta terkait penanganan banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, persoalan banjir ini harus disikapi secara bijak dan diselesaikan secara bersama.
"Saya tadi sudah koordinasi jangan salah-salahan lah kan tadi Pak Presiden Joko Widodo nolong yang susah-susah," kata dia di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/1).
Menurut Luhut, untuk meminimalisir banjir, proses hulu memang harus diperbaiki secara keseluruhan. Baik pembangunan normalisasi Kali Ciliwung bahkan pembangunan untuk aliran sodetan-sodetan di beberapa sungai.
"Cuma air itu kan lewat kalau di tengah terhambat mana bisa lewat maka harus dibersihkan. Lalu sodetan itu juga harus dibebaskan lahannya itu yang 600 meter biar jalan," katanya.
Terkait dengan pembebasan lahan sendiri, Luhut menyarankan agar Pemrov DKI Jakarta mengambil sikap tegas. Sebab apabila hal itu tidak dilakukan maka percuma banjir akan terulang kembi
"Nah itu tadi harus ada keberanian juga kalau nggak mau ada pergeseran ya banjir seperti ini. Kan dulu ngga ada itu, sekarang ada jadi sempit. Air susah ngalir, ya ngeluap. Itu kan logika," tandas dia.
Sektor Ritel Kena Dampak Paling Parah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat bahwa bencana banjir yang melanda kawasan Jabodetabek pada awal 2020 ini telah merugikan pengusaha. Kerugian diderita karena banyaknya kerusakan aset dan penurunan penjualan.
"Kerugian karena banjir bisa dibilang paling parah ada di ritel, karena aktivitas penjualan menjadi sangat terganggu karena banjir," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani dikutip dari Antara, Jumat (3/1).
Menurut dia, banyak pusat ritel yang aksesnya tertutup karena banjir, sehingga baik dari penjual maupun pengunjung tidak dapat melakukan kegiatan perekonomian sebagaimana kondisi normal.
"Ditambah lagi bila banjir sampai masuk ke pusat perbelanjaan," tukas Shinta.
Selain itu, untuk sektor perhotelan diprediksi juga terkena dampak, meskipun skalanya relatif kecil, karena pada umumnya penjualan kamar hotel sudah terjadi sebelum masa liburan akhir tahun.
"Namun, ini berdampak pada kenyamanan pengunjung dan turis sehingga dampak kerugian nonmaterinya menjadi besar untuk industri perhotelan," ujar Shinta.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya