Menko Luhut: Di negara maju, kota perdagangan dan ibu kota dipisah
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan angkat bicara terkait kajian rencana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya. Menurutnya, pergantian Ibu Kota merupakan hal wajar, sebab Presiden RI pertama Soekarno juga pernah mengalami perpindahan.
"Itu kan (perpindahan Ibu Kota) sudah lama sejak zaman Pak Karno, ya di mana-mana negara maju kan Ibu Kota itu antara perdagangan dan ibu kotanya pisah," kata Luhut, di Gedung DPR RI, Senin (10/7).
Luhut menegaskan kajian perpindahan Ibu Kota sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencananya, kajian tersebut akan selesai pada Desember 2017.
"Ya sudah mempersiapkan kalau nanti sudah bagus, waktunya bagus kita sudah punya polanya semua, jadi tidak buang waktu lagi mengenai lokasi, luas daerah segala macam, banyak lah itu," ujarnya.
Meski demikian, Luhut mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota membutuhkan waktu yang sangat panjang, apalagi pulau yang berbeda. Selain itu, Luhut juga menilai bahwa pemindahan Ibu Kota bisa menjadi salah satu upaya pemerataan ekonomi masyarakat.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya