Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Luhut beberkan 4 syarat utama investasi di Indonesia

Menko Luhut beberkan 4 syarat utama investasi di Indonesia Menko Luhut. ©2018 Merdeka.com/Yayu

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan hingga saat ini belum ada kelanjutan penanaman investasi Tiongkok usai Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing tahun lalu. Di mana Indonesia menawarkan empat koridor wilayah investasi yaitu Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Bali.

"Dengan Tiongkok belum ada satupun barang yang sudah jadi," ujar Menko Luhut saat memberi paparan kepada media di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman di Jakarta, Jumat (11/5) kemarin.

Menko Luhut menjelaskan, bulan lalu pemerintah Tiongkok memang telah membawa 16 ahli untuk melakukan studi kelayakan ke empat koridor wilayah yang ditawarkan oleh pemerintah. Namun demikian, belum ada keputusan yang dibuat oleh kedua negara.

"Dengan siapapun yang mau masuk (investasi) kita terbuka, masih proses negosiasi, tinggal kita lihat deal yang mana yang paling menguntungkan bangsa ini," jelasnya.

Purnawirawan Jenderal tersebut melanjutkan, dalam menggaet investor pemerintah selalu mengajukan empat syarat utama. "Pertama, mereka harus pakai teknologi yang ramah lingkungan tidak boleh second class technology. Untuk ini, kamipun mencontohkan upaya kami dalam mengatasi masalah Citarum," katanya.

Syarat kedua, lanjut Menko Luhut, investor asing harus menggunakan tenaga-tenaga kerja lokal. "Tapi kami sadar bahwa di luar Jawa, saya ulangi di luar Jawa, di daerah-daerah Timur yang masih terpencil masih ada kekurangan kekurangan kita untuk mendapatkan tenaga tenaga ahli," jelasnya.

Lalu, syarat investasi ketiga adalah investor harus bersedia membangun industri dari hulu ke hilir agar ada nilai tambah. "Keempat, saya bilang ke PM Tiongkok, Mendag dan Menlunya, bahwa harus ada transfer teknologi. Mereka setuju sehingga ada capacity building," jelasnya.

Pemerintah saat ini berupaya keras untuk meningkatkan perekonomian dengan membuka keran investasi. Nilai investasi di Indonesia saat ini adalah USD 4,9 miliar. Tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah RI sudah punya kerjasama yang telah terealisasi. Salah satunya adalah kerjasama pembangunan infrastruktur dengan India.

"PM Modi akan datang akhir Mei nanti, beliau malah sudah akan meresmikan ground breaking di Pelabuhan di Banten, membangun RS di Sabang, membangun pelabuhan di Sabang dan investasi di Kulon Progo," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP