Menko Darmin Soal Kerugian KEK Tanjung Lesung: Pasti Ada Penggantian Asuransi

Rabu, 26 Desember 2018 19:26 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Darmin Soal Kerugian KEK Tanjung Lesung: Pasti Ada Penggantian Asuransi Darmin Nasution. ©Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat suara terkait kerugian pihak pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung pasca bencana tsunami di Banten beberapa waktu lalu. Menurutnya, kerugian KEK tersebut nantinya akan ditanggung melalui sejumlah asuransi.

"Saat seperti itu ada asuransinya, pasti ada penggantian asuransi aneh kalau tidak ada, usaha itu pasti adalah, apalagi KEK," kata Menko Darmin saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (26/12).

Menko Darmin mengatakan, yang perlu dikhawatirkan adalah nasib dari beberapa warung kecil yang juga ikut hancur akibat sapuan tsunami. Sebab, tidak ada jaminan untuk mendapatkan dana ganti rugi dari pemerintah maupun secara asuransi. "Yang kasihan itu toko-toko warung-warung," imbuhnya.

Terkait kerugian, Menko Damrin mengaku masih akan mendalami dan melakukan pengecekan lebih jauh bersama dengan Kementerian Lembaga lainnya . "Kita ada mekanismenya untuk mengecek (kerugian) itu, kan kita ada sekretariat KEK, mereka pasti cek, saya baru masuk sekarang, nanti saya cek kalau mau tahu lebih banyak," kata Menko Darmin.

Seperti diketahui, PT Jababeka Tbk selaku pihak pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung menderita kerugian sebesar Rp 150 miliar akibat terjangan tsunami Banten. CEO PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, memperkirakan ada sekitar 30 persen bangunan milik BWJ yang rusak akibat sapuan tsunami.

"Yang dikelola PT Banten West Java itu gedungnya kurang lebih 30 persen rusak, yang 70 persen tinggal dibersihkan tinggal diperbaiki lagi. Tapi itu juga baru pandangan mata, belum dihitung secara detail," jelasnya di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12).

Secara kerugian, dia memprediksi butuh sekitar Rp 150 miliar untuk membangun kembali 30 persen gedung-gedung yang rusak tersebut. "Kalau perlu dibangun kembali, gedung-gedung itu perlu barangkali kurang lebih Rp 150 miliar," ucap dia. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini