Menko Darmin Serahkan KUR Khusus Pengering Padi Rp 5,02 Miliar di Malang
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pengadaan pengering padi kepada 20 debitur Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) senilai Rp 5,02 miliar. Pemberian ini melalui tiga penyalur KUR, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri.
"KUR dryer ini sangat penting karena dengan penggunaan dryer dapat mengontrol tingkat kekeringan padi dan mempertahankan kualitas output dengan baik. Dengan begitu, beras yang dihasilkan memiliki kualitas tidak hanya medium, tetapi juga premium," kata Menko Darmin, dalam acara penyerahan KUR, di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (13/12).
Menko Darmin mengatakan, dalam produksi padi, proses pengeringan menjadi hal penting untuk menghasilkan beras berkualitas dan layak dikonsumsi masyarakat. Secara statistik, dari total 182.000 penggilingan padi di Indonesia, sekitar 94 persen atau 172.000 penggilingan padi dikategorikan sebagai penggilingan skala kecil. "Sedangkan, sisanya merupakan penggilingan besar dan penggilingan sedang," imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan penggilingan padi kecil memiliki persoalan ketika panen raya tiba. Sebab, 95 persen penggilingan kecil tidak memiliki dryer sehingga tidak dapat menjaga kualitas beras. Sehingga para petani memilih untuk menyimpan gabah dengan kondisi kurang kering dengan kisaran kadar air mencapai 17 persen sampai 18 persen.
Soekarwo menambahkan, untuk wilayah Jawa Timur, dryer ini penting karena pada bulan Maret hingga April sekitar 63 persen pasokan padi memiliki kandungan air yang cukup tinggi yaitu 18 persen sampai 19 persen. Tapi, padi yang bisa diproses untuk penggilingan hanya 45 persen.
"Dengan begitu, pasokan dryer sangat diperlukan untuk meningkatkan skala produksi sektor pertanian itu sendiri. Ini membuat produksi beras pada musim panen menjadi kurang. Dengan begitu, keputusan Presiden Jokowi dan Menko Darmin sangat tepat” kata Soekarwo.
Di lain hal, fokus pemerintah untuk KUR petani menjadi salah satu hasil evaluasi atas penyaluran KUR ke sektor yang produktif, salah satunya adalah sektor pertanian. Adapun, program KUR kali ini menggunakan sistem kartu agar bisa diketahui akuntabilitas dari pinjaman tersebut dan kegiatan debitur bisa terekam dengan jelas.
Adapun Penyaluran KUR dryer ini menggunakan skema pembiayaan KUR Kecil dengan plafon di atas Rp 25 juta sampai Rp 500 juta. Dengan begitu, fasilitas ini dapat digunakan untuk membiayai pembelian dryer buatan dalam negeri, khususnya bed dryer dengan kisaran harga Rp 141 juta atau vertical dryer buatan dalam negeri di kisaran harga Rp 425 juta, ditambah dengan alat-alat penunjang lainnya, seperti pengayakan dan bangunan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya