Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyoroti berbagai manuver kebijakan yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk dievaluasi. Salah satunya soal stok dan data beras nasional.
Emrus menyarankan agar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan masukan terhadap Menteri Pertanian Amran terkait produksi pangan di Tanah Air. Sebab, belakangan terjadi kenaikan harga pangan di pasaran.
Padahal, Mentan Amran menegaskan stabilnya harga pangan dan ketersediaan yang cukup, bahkan swasembada.
Emrus menilai, Menko Perekonomian baiknya mengecek validitas data produksi komoditas pangan yang dimiliki Kementan secara langsung. Tidak hanya melihat data di atas kertas saja, Menko Perekonomian bersama Mentan harus melakukan pengecekan data secara langsung di lapangan secara berkala.
"Bila data ternyata berbeda, (produksi) lebih rendah dari dimiliki Mentan, Presiden harus mengambil tindakan," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (8/10).
Emrus mengaku, dibutuhkan data yang valid untuk dapat menuju swasembada pangan. "Saya belum melihat Kementan buka-bukaan produksi pangan. Logisnya, kalau produksi melimpah tidak mungkin impor," imbuhnya.
Belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sendiri mengungkapkan, data proyeksi produksi dari Kementerian Pertanian (Kementan) belum akurat. Ini menjadi ihwal polemik impor beras.