Menko Darmin akui penambahan utang asing belum turunkan kemiskinan

Senin, 17 Juli 2017 18:52 Reporter : Anggun P. Situmorang
Darmin Nasution. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution membeberkan alasan sulitnya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Salah satunya adalah penambahan utang luar negeri yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur belum dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Utang pemerintah itu kan banyak arahnya ke infrastruktur. Tergantung tahapnya kalau infrastruktur itu, kalau tahapnya baru pinjaman dibuat tapi belum ada pembangunan ya enggak akan menurunkan kemiskinan," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (17/7).

Darmin mengatakan, manfaat penambahan utang tersebut baru bisa dirasakan apabila pembangunan infrastruktur mulai berjalan. Sebab ketika pembangunan infrastruktur mulai berjalan, orang yang akan bekerja pada pembangunan tersebut umumnya adalah masyarakat lapisan menengah ke bawah.

"Tapi pada waktu pembangunan berjalan, biasanya pengaruhnya lumayan bagus. Karena orang yang bekerja di waktu pembangunan, itu umumnya yang bekerja adalah yang menengah ke bawah," katanya.

Selain dampak pembangunan infrastruktur yang belum terasa, musim hujan beberapa waktu lalu yang tidak menentu juga mengakibatkan menurunnya tingkat produktivitas petani. Hal tersebut kemudian berpengaruh terhadap menurunnya pendapatan petani.

"Musim panen tahun ini kan nggak begitu bagus kan, hujannya enggak banyak. Sehingga dia terganggu penghasilan petaninya. Sehingga kenaikannya sedikit naik. Itu mestinya bukan perubahan struktural. Persoalan musim, persoalan yang nggak bisa dianggap remeh," pungkasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.