Menhub Sebut Penghilangan Kondektur Damri Bandara Soekarno-Hatta Demi Genjot Layanan
Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, angkat suara terkait aksi mogok yang dilakukan oleh sopir bus Damri trayek Bandara Soekarno Hatta. Aksi mogok dilakukan untuk memprotes manajemen Damri yang menerapkan sistem e-ticketing di mana meniadakan kondektur atau helper di dalam bus (on board).
Menteri Budi mengatakan, pemberlakuan sistem e-ticketing merupakan bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Sebagai suatu korporasi, Damri selalu ingin melakukan suatu perubahan. Saya mendapat report bahwa perubahan itu adalah bagaimana menggunakan IT ticketing online," kata dia, saat ditemui, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (8/7).
Melalui pemberlakuan sistem e-ticketing, lanjut dia, Damri tentu ingin meningkatkan kualitas layanan agar lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat. "Nah ini kan pasti bagus. Bagus apa? Praktis, mengurangi kebocoran, dan tentunya Damri akan maju. Bahwa di sana ada yang belum cocok ya jangan dong. Kita ingin maju," ungkapnya.
"Kemarin sudah negosiasi ada suatu kesepakatan mereka tetap jalan. Kalau yang tidak sepakat ya udah. Kita harus jalan," imbuh Menteri Budi.
Meskipun demikian, Menteri Budi enggan mengomentari lebih jauh terkait masa depan para kondektur Damri pasca pemberlakuan e-ticketing. "Itu kewenangan dari Damri sendiri," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya