Menhub Budi Bakal Undang Boeing Minta Penjelasan soal Pesawat Boeing 737 Max 8

Rabu, 20 Maret 2019 21:42 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Menhub Budi Bakal Undang Boeing Minta Penjelasan soal Pesawat Boeing 737 Max 8 Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan mengundang pihak Boeing ke Indonesia untuk klarifikasi soal pesawat Boeng 737 Max 8. Saat ini, pesawat jenis itu tidak boleh terbang atau di grounded di Indonesia.

"Sudah tahu kita ada grounded permanen. Kita akan undang Boeing untuk lakukan klarifikasi sesuai dengan rekomendasi yang disetujui FAA (Administrasi Penerbangan Federal)," kata Budi saat ditemui awak media usai pertemuan dengan petinggi PT Pelindo 4 di kantor Pelindo, Makassar, Rabu (20/3).

Soal kapan diundang, Menhub Budi belum menjelaskannya secara detail. Kata dia, makin cepat makin bagus.

Menhub Budi menegaskan bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 masih akan terus dilarang terbang di Indonesia sampai penjelasan lebih lanjut. Saat ini, FAA menurut Menhub belum memberikan rekomendasi yang pas.

"Akan dilihat lagi. Kalau memang bisa maka terbang lagi. Tapi kalau tidak bisa maka grounded."

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melakukan inspeksi larang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737 Max 8 di Indonesia. Langkah tersebut diambil terkait jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737 Max 8.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan larangan dikeluarkan untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang. Serta untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.

"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan," kata Dirjen Polana dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (11/3).

Dia mengungkapkan inspeksi akan dimulai secepatnya mulai besok 12 Maret 2019. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, maka pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.

Menurutnya, sejauh ini, pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 lalu pasca kecelakaan JT610, bilamana jika terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi pesawat langsung digrounded di tempat. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini