Menghidupkan kembali KA jalur Selatan Jawa yang kini mati suri
Merdeka.com - Jalur Kereta Api (KA) di bagian Jawa Selatan yang meliputi provinsi Jawa Barat belum terpakai secara maksimal, bahkan bisa dibilang lintas KA tersebut banyak yang mati suri. Padahal jalur selatan tersebut merupakan rute pertama perjalanan KA yang berkembang dan dibangun sejak penjajahan Belanda.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri menyebutkan bahwa saat ini pemerintah sedang mencoba untuk menghidupkan kembali jalur kereta api bagian selatan yang menghubungkan Bogor - Sukabumi - Cianjur hingga Padalarang.
"Kalau kita bicara KA di Pulau Jawa bagian selatan semula jaman dulu KA dikembangkan di Jawa memang yang berkembang itu adalah yang pertama dibangun oleh Belanda itu bagian selatan. Nah dalam perkembangannya, jalur utara lebih maju. Dulu dibangun juga Jakarta ke Bandung melalui utara," kata Dirjen Zulfikri di Kertajati, Jawa Barat, ditulis Sabtu (3/11).
Beberapa lintas KA di bagian selatan karena tidak terlalu dikembangkan lebih lanjut sejak zaman kemerdekaan membuat jalur tersebut tidak aktif. Saat ini, memang ada pelayanan KA dari Bogor ke Sukabumi namun masih minim dengan frekunsi dan jumlah rangkaian yang tidak banyak.
"Memang rendah sekali pelayanannya, KA Pangrango 6 perjalanan sehari. Sukabumi sampai Cianjur ada pelayanan perintis sebanyak 6 kali juga sehari dengan KA Siliwangi, hanya sampai Cianjur. Relatif pergerakan masyarakat disini hanya sampai Cianjur," ujarnya.
Dia menjelaskan, kebutuhan transportasi jalur KA tersebut kian mendesak. Sebab pertumbuhan industri di kawasan tersebut juga terus bertumbuh, misalnya industri air mineral. Itulah kenapa Kemenhub saat ini melakukan pengembangan perkereta apiaan di Jawa Barat khususnya bagian selatan agar distribusi logistik semula melalui darat bisa beralih pada KA.
Untuk Cianjur ke Padalarang terakhir 2013, kemudian tidak beroperasi lagi hingga sekarang. Jalur tersebut seolah terputus. Saat ini, lintas KA yang beroperasi penuh hanya jalur utara dari Jakarta menuju Bandung hingga Yogyakarta.
"Jadi tidak seimbang, padahal industri di daerah sini (Selatan) cukup tinggi. Industri air mineral sangat pesat sehingga mengakibatkan kemacetan jalan raya," ujarnya.
Dengan diaktifkannya kembali jalur lintas selatan, diharapkan waktu tempuh dan kemacetan di jalan raya bisa berkurang. "Ini pemerintah merasa perlu karena Jakarta ke Sukabumi butuh 8 jam. Bogor ke Sukabumi hanya 57 km ditempuh dalam 6 jam. Harus segera meningkatkan konektivitas antara Bogor dan Sukabumi. Secara parsial sepanjang 57 km kita punya program," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya