Menengok Kesiapan Garuda Indonesia Sambut Penerbangan Haji dan Umrah

Rabu, 17 November 2021 12:14 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menengok Kesiapan Garuda Indonesia Sambut Penerbangan Haji dan Umrah Pesawat Garuda Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal dibukanya kembali perjalanan haji dan umrah dari Indonesia. Pembukaan ini tentu menjadi sinyal positif bagi maskapai Garuda Indonesia karena adanya tambahan penumpang penerbangan internasional.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Irfan Setiaputra memastikan, kesiapan secara menyeluruh dalam menyambut penyelenggaraan kembali penerbangan umrah dan haji untuk jemaah Indonesia. Pihaknya kini tengah melakukan penyesuaian armada sesuai dengan kebutuhan, serta kesiapan operasional lainnya untuk memastikan jemaah Indonesia nantinya dapat merasa lebih aman dan nyaman ketika akan melaksanakan ibadahnya di Tanah Suci.

"Kami memahami antusiasme para calon jemaah yang telah menantikan keberangkatan ke Tanah Suci sejak dua tahun yang lalu. Oleh karenanya di tengah proses komunikasi yang berlangsung antara pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi hingga saat ini, Garuda Indonesia senantiasa memastikan kesiapan secara menyeluruh," ujar Irfan di Jakarta, Rabu (17/11).

Garuda Indonesia terus memperkuat upaya kesiapan layanan penerbangan umrah dan haji dengan memastikan komitmen keberlangsungan layanan penerbangan bagi calon jemaah dapat tersedia secara optimal.

Adapun salah satu persiapan yang saat ini terus dilakukan secara optimal adalah melalui komunikasi intensif bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah/Haji (PPIU/PPIH). Ini dilakukan untuk membahas berbagai aspek penunjang kesiapan layanan penerbangan umrah dan haji, utamanya dalam memastikan kegiatan ibadah di Tanah Suci di masa kenormalan baru dapat terselenggara dengan baik.

"Mulai dari memastikan pemenuhan ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi hingga edukasi teknis pelaksanaan ibadah umrah dan haji di masa pandemi kepada para calon jemaah," ujarnya.

Irfan menambahkan, di tengah upaya akseleratif pemulihan kinerja usaha, Perseroan berupaya memastikan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah ketika nantinya akses masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci.

Diskusi intensif juga terus berjalan bersama dengan pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji, termasuk di antaranya Kementerian Agama RI hingga layanan kebandarudaraan yang saat ini terus dioptimalkan. Sebab ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh aspek operasional dan layanan penunjang dapat semakin siap melayani penerbangan umrah dan haji.

"Dengan komitmen bersama seluruh pihak dalam menghadirkan layanan perjalanan ibadah umrah dan haji, kiranya sinergi antar berbagai entitas ini dapat menghasilkan upaya-upaya yang solutif guna meningkatkan komitmen layanan terhadap para jemaah Indonesia secara end-to-end, baik pada saat keberangkatan, proses ibadah, hingga kembali lagi ke Tanah Air," jelas Irfan.

2 dari 2 halaman

Umrah dan Haji dari Indonesia Kembali Dibuka

haji dari indonesia kembali dibuka rev1

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal dibukanya kembali perjalanan haji dan umrah dari Indonesia. Hanya saja, otoritas setempat meminta Pemerintah Indonesia untuk memberikan vaksin booster bagi calon jemaah yang menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm.

"Dari Pemerintah Saudi sendiri sudah mengirimkan diplomatik, yang artinya sudah ada langkah mau pembukaan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (16/11).

Sinyal tersebut direspon Pemerintah Indonesia dengan mengirimkan utusannya dalam waktu dekat. Sebab kebijakan penggunaan vaksin booster untuk selain tenaga kesehatan masih belum memungkinkan.

"Kita akan segera tindak lanjuti dan Pak Menko (Airlangga) sudah menjanjikan nanti akan ada tim dan sudah dikomunikasikan dengan Menkes dan Bu Menlu," kata dia.

Untuk itu, pemerintah akan segera menindaklanjuti kebijakan keberangkatan umrah dan haji. Khususnya pada persyaratan booster vaksin yang masih bisa dimungkinkan.

"Posisinya sekarang ada di kita, dari sisi aspek vaksinasi itu sangat memungkinkan sekali karena Saudi sudah gunakan yang 4 vaksin dan sudah mengakui sinovac dan sinopharm, tapi harus ada kebutuhan booster, dan kita belum bisa," kata dia.

"Baru mulai bulan Januari dan ini tinggal beberapa bulan lagi. Jadi sebenarnya timingnya tepat sekali," sambung dia.

Baca juga:
Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Datangi Kantor Menko Airlangga, Ada Apa?
Umrah dan Haji dari Indonesia Kembali Dibuka, Garuda Indonesia Bisa Ketiban Untung
Menko Airlangga Tegaskan Haji dan Umrah Tidak Kena PPN
Pemerintah Arab Saudi Minta Jemaah Umrah Indonesia Divaksin Booster
Kemenag Siapkan Haji dan Umrah Secara Profesional, Inklusif dan Tidak Diskriminatif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini