Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menaker Hanif: Paradigma Perlindungan Tenaga Kerja harus Diubah di Era Industri 4.0

Menaker Hanif: Paradigma Perlindungan Tenaga Kerja harus Diubah di Era Industri 4.0 Hanif Dhakiri. ©2014 merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan, paradigma perlindungan tenaga kerja harus di ubah dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Sebab, model pekerjaan di masa depan yang tak lagi sama dengan saat ini.

"Jadi bukan hanya melindungi pada status pekerjaannya, tapi pada kemampuan untuk bekerjanya. The best protection is skills protection," tuturnya saat orasi ilmiah pada Wisuda Perguruan Tinggi InterStudi di Jakarta seperti ditulis Minggu (9/12).

Menurut Hanif, kemampuan untuk dapat terus bekerja dapat tercapai melalui keterampilan yang dapat berubah dan beradaptasi dengan cepat. Dia menekankan, model pekerjaan di masa depan tidak lagi berdasarkan pada status pekerjaan tetap, melainkan pada kemampuan untuk tetap bekerja.

"Pemerintah melakukan pemetaan, untuk membantu input SDM kita, baik melalui pendidikan maupun pelatihan bisa sesuai dengan kebutuhan pasar kerja atau kesempatan yang tumbuh untuk berwirausaha," ujarnya.

Berdasarkan survei International labour Organization (ILO), 58 persen jenis pekerjaan yang ada saat ini akan hilang di masa depan. Sebaliknya, 65 persen pekerjaan baru akan muncul di masa depan belum dikenal saat ini.

Oleh sebab itu, Hanif menilai, kebutuhan akan keterampilan dan beradaptasi dengan cepat harus diwujudkan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Hal ini yang menjadi dasar Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan kebijakan triple skilling.

"Kebijakan ini mencakup, pertama, skilling dalam bentuk pelatihan vokasi. Kebijakan ini ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki keterampilan. Kedua, up skilling yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan. "Kenapa perlu di-up grade? Agar keterampilan mereka tetap relevan dengan kebutuhan zaman," paparnya.

Sedangkan program re-skilling, lanjutnya, ditujukan bagi masyarakat yang ingin berlatih ke pekerjaan baru. Kata Hanif, ketiga kebijakan tersebut dapat diakses melalui pelatihan di BLK.

"Jadi pemerintah terus menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi untuk membantu penciptaan SDM kita ini lebih baik," pungkasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP