Mandiri Utama Finance incar pembiayaan Rp 10,1 triliun di 2018

Senin, 4 Desember 2017 21:24 Reporter : Syakur Usman
Mandiri Utama Finance incar pembiayaan Rp 10,1 triliun di 2018 Stanley Atmadja. Lutfi ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - anak usaha PT Bank Mandiri Tbk di sektor multifinance, Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan pembiayaan sebesar Rp 10,1 triliun di 2018 mendatang. Angka ini naik dibanding tahun ini yang diprediksi hanya Rp 7,3 triliun.

"Ada kenaikan sekitar Rp 3 triliun pada tahun depan," kata Presiden Direktur-Chief Executive Officer MUF, Stanley Atmadja kepada Merdeka.com di kantornya, baru-baru ini.

Menurut Stanley, kenaikan pembiayaan sebesar Rp 3 triliun itu berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertama, sumber pasar yang dimiliki, seperti pasar reguler dan captive yang berasal dari nasabah Bank Mandiri.

Kedua, penambahan coverage area sebanyak 35 titik pada 2018. Ketiga, peningkatkan sinergi dengan induk usaha bersama anak-anak usahanya, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM).

Perlu diketahui, MUF adalah anak usaha Bank Mandiri dengan kepemilikan saham 51 persen. Pemegang saham lainnya adalah ASCO Automotive dan PT Tunas Ridean Tbk.

"Pertumbuhan pembiayaan ini kami namakan natural growth. Bukan growth yang overheated, karena cabang yang ada dijaga produktivitasnya. Sedangkan cabang baru yang dibangun menimbulkan produktivitas baru," ucapnya.

Berdasarkan kinerja kuartal III tahun ini, MUF tercatat telah menyalurkan pembiayaan Rp 5,2 triliun. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 1,6 triliun.

Kenaikan ini didorong semakin luasnya jangkauan layanan perusahaan yang baru berusia dua tahun sejak beroperasi 22 Januari 2015. Per Juli tahun ini, perseroan mengoperasikan 87 jaringan usaha, naik dari 55 jaringan di periode sama tahun lalu.

Ekspansi Pembiayaan Syariah

Salah satu bentuk peningkatan sinergi MUF dengan anak usaha Bank Mandiri lain pada tahun depan adalah mengoperasikan unit usaha pembiayaan syariah (UUS), bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM).

Kata Stanley, segala persyaratan untuk pembentukan UUS di MUF sudah dipenuhi. Seperti penyetoran modal kerja minimal Rp 25 miliar sesuai dengan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penunjukan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

"Unit usaha syariah MUF akan dirilis pada Januari 2018, sehingga kami menjadi anak usaha BUMN pertama yang memiliki multifinance syariah. MUF menjadi pelopor di multifinance syariah," ujarnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Mandiri
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini