Mainan anak tanpa label SNI bakal ditindak

Jumat, 1 November 2013 18:02 Reporter : Ahmad Baiquni
Mainan anak tanpa label SNI bakal ditindak mainan anak. ©2012 Merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan berjanji memperketat pengawasan terhadap peredaran mainan anak. Terutama mainan anak yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, ketentuan SNI ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24/M-IND/PER/4/2013. Ketentuan ini juga telah didaftarkan ke World Trade Organization (WTO) dan diundangkan ke komite Barrier to Trade sejak Juli 2013.

"Artinya itu sudah mulai berlaku. SNI bersifat wajib, produk mainan yang beredar di Indonesia harus mengikuti aturan ini," ujar Bayu di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Bayu mengatakan, aturan ini berlaku bagi semua produsen, baik lokal maupun asing, serta dalam skala besar, menengah maupun kecil. Tetapi, khusus untuk produsen lokal skala kecil, Kemendag masih memberikan tenggang waktu.

"SNI wajibnya tetap berlaku, dan apabila terjadi pelanggaran SNI tetap akan diproses. Kami memberikan tenggat waktu produsen dan distributor untuk memastikan produknya sesuai SNI," terang Bayu.

Pengawasan sudah berlaku sejak diundangkan pada 10 Oktober 2013. Tetapi, khusus untuk produsen skala kecil, pengawasan akan diberlakukan pada Mei 2014.

"Jadi, sekarang akan dilakukan edukasi," terang dia.

Dalam pemberlakuan Permendag ini, pihaknya bekerja sama dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Kementerian Pendidikan. Tujuannya untuk memberikan jaminan bagi anak untuk mendapatkan haknya sebagai konsumen.

"Konteksnya lebih pada perlindungan anak. Kita cukup mencermati mainan yang diimpor tidak sesuai harapan dengan kualitasnya, tidak disertai penjelasan yang cukup, ditengarai bahannya tidak ramah atau aman, makanya kita terapkan ini," katanya.

[noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemendag
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini