Luncurkan 200 Zona Baru, Dompet Dhuafa Terus Tekan Angka Kemiskinan

Kamis, 31 Oktober 2019 20:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
Luncurkan 200 Zona Baru, Dompet Dhuafa Terus Tekan Angka Kemiskinan Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dompet Dhuafa meluncurkan sebanyak 200 zona layanan baru yang akan tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai wujud komitmen perluas sebaran manfaat perusahaan setelah selama 26 tahun terjun di program-program kemanusiaan.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi mengatakan, Dompet Dhuafa lahir untuk memberdayakan dan mengangkat kaum dhuafa, memutus rantai kemiskinan dan membantu sesama manusia yang dalam kesulitan. Perluasan jaringan akan mengakomodasi kebaikan masyarakat maupun sebaran manfaat program.

"Karena selama 26 tahun perjalanan, Dompet Dhuafa berhasil mengoptimalkan kepercayaan dana publik sebesar Rp 2,66 triliun, dengan alokasi penyaluran 90 persen, dan penerima manfaat mencapai 19,3 juta jiwa. Sehingga, dari adanya 200 zona layanan, dapat terus menebar keberkahan lebih luas lagi," ungkap dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (31/10).

Di era 4.0 Dompet Dhuafa meyakini bahwa banyak orang ingin terlibat dalam kebaikan terutama untuk membantu orang lain. Saat mengelola permasalahan kemiskinan dan kemanusiaan, harus melibatkan banyak pihak. Apalagi digitalisasi menjadi penting untuk menguatkan kanal penghimpunan.

"Seperti lahirnya bawaberkah.org dan MUMU Apps sebagai payment gateway di Dompet Dhuafa. Sehingga dengan semakin luasnya jaringan dan pendekatan digital, maka semakin luas pula Dompet Dhuafa dalam mengintervensi problematika kemiskinan di negeri ini," katanya.

Selain intervensi problematika kemiskinan, 200 zona layanan juga menguatkan lembaga lain untuk bertumbuh membantu sesama. Setelah mengantongi sejumlah prasyarat seperti portofolio fundrising, tata kelola keuangan, penyaluran dalam bentuk program, bersedia menerapkan nilai-nilai Dompet Dhuafa, lembaga atau organisasi tersebut dapat bergabung dalam zona layanan.

Menurutnya, Dompet Dhuafa hanya akan mengontrol aspek produk saja. Sedangkan pendekatan strategisnya menjadi wewenang masing-masing lembaga yang bergabung. Tetapi untuk lembaga yang belum memiliki sistem, sangat memungkinkan untuk mengadopsi apa yang ada di Dompet Dhuafa.

"Karena banyak lembaga, wilayah intervensi lebih luas dan tersebar ke berbagi tempat. Jadi dengan kolaborasi tersebut, kami optimis dapat meningkatkan capaian penghimpunan maupun perluasan program layanan kepada masyarakat di atas 50 persen," pungkasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Kemiskinan
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini