Lewat integrasi Tol JORR, Jasa Marga harap tak ada penumpukan kendaraan
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menerapkan sistem integrasi transaksi di ruas tol JORR. Dengan kebijakan ini baik pengguna jarak dekat maupun jauh bakal membayar biaya tol yang sama.
Corporate Secretary PT Jasa Marga, Mohamad Agus Setiawan mengatakan kebijakan ini tentu akan dirasa lebih menguntungkan bagi kendaraan angkutan logistik yang kerap mengambil jarak jauh.
Namun, dia mengharapkan hal tersebut diimbangi dengan ketaatan terhadap peraturan mengenai batas bobot angkut setiap kendaraan logistik lebih ditekankan lagi oleh Pemerintah, yakni Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.
"Dengan fasilitasi logistik dalam tanda kutip dapat keuntungan, kami berharap bahwa operasi terhadap over dimensi dan overload bisa dijalankan bersamaan," katanya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (21/6).
"Sehingga mereka (angkutan logistik) difasilitasi. Tapi harus memenuhi aturan. Kendaraan tidak boleh lebih dimensi dan ketentuan harus tidak boleh melebihi beban," imbuhnya.
Agus menjelaskan berdasarkan data yang dipegang pihaknya, ditemukan bahwa 60 persen dari kendaraan logistik yang lewat di ruas Jasa Marga berada dalam kondisi overloading (Kelebihan muatan).
"50 persen sampai 60 persen overload dan itu, konsekuensinya ke jalan akan cepat rusak," jelas Agus.
Pihaknya pun telah menyiapkan alat timbang portabel untuk mendeteksi berat muatan kendaraan logistik. Selain itu, kerja sama dengan Kepolisian dan Kemenhub akan terus ditingkatkan.
"Alat timbang portable kita sudah siapkan di pintu masuk dan di lokasi-lokasi tertentu. Tindakan hukum oleh kepolisian dan Kemenhub. Kan kalau timbang dan overload, Jasa Marga tidak bisa larang jangan masuk atau suruh berhenti," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya