Lebaran 2018, pengusaha ini jual daging sapi seharga Rp 75.000 per Kg

Rabu, 13 Juni 2018 17:55 Reporter : Idris Rusadi Putra
daging sapi. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1439 H, Toko Daging Nusantara besutan PT Suri Nusantara Jaya menggelar bazar daging murah untuk masyarakat dengan harga mulai dari Rp 75.000/Kg. Bazar ini dilaksanakan di toko daging nusantara di Jl. Raya Kranggan No. 45 Bekasi Jawa Barat.

Direktur Utama PT Suri Nusantara Jaya, Dimas Wibowo mengatakan, program ini sudah berjalan cukup lama, dan sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan baku daging di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, namun kualitas daging tetap halal dan terjaga.

"Sekarang kami juga tetap menyediakan daging segar pilihan, daging sapi lokal, dan olahan daging sapi. Daging sapi beku kami juga dijamin higienis, karena kami bekukan di dalam blast freezer di suhu minus 40 derajat Celcius. Setelah itu di simpan di dalam freezer dengan suhu minus 20 derajat Celcius. Jadi daging beku lebih higienis dari bakteri dibanding daging yang hangat di mana perkembangan bakteri banyak di tempat yang lebih hangat. Daging beku kami sudah pasti sehat dan bisa di konsumsi oleh masyarakat," ucap Dimas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/6).

Selain menjual daging sapi, perusahaan juga menjual daging kerbau, daging kambing dan ayam. Perusahaan juga menyediakan kebutuhan dan kelengkapan pokok rumah tangga seperti berbagai sembako, aneka sayuran, aneka buah, frozen foods, bumbu masak dan camilan.

Toko daging nusantara saat ini memiliki 10 gerai toko yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok dan Cirebon. Untuk di jakarta berada di Joglo, Pondok Kelapa dan Jatiwaringin. Untuk daerah Bekasi berada di Kranggan, Pondok Gede - Jatimakmur dan Cibitung. Wilayah Depok ada di RTM dan Citayam.

"Untuk daerah Bogor toko kami berada di Tanah Baru dan untuk Cirebon kami berada di Arjawinangun. Dengan hadirnya kami di tengah-tengah masyarakat, kami ingin memberikan solusi terbaik untuk pemerintah agar masyarakat mendapatkan bahan baku pangan daging dengan harga terjangkau, tetap bergizi dan halal dengan mudah."

Dia berharap semua perusahaan daging di Indonesia dapat melakukan hal yang sama. Agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mengkonsumsi makanan sehat, halal dan terjangkau.

Di lain hal, dia beraharap agar pemerintah dapat membuat harga stabil sepanjang tahun, dengan menjaga ketersediaan barang selalu ada. Menurutnya, pemerintah setidaknya memiliki stok minimal 10 persen kebutuhan nasional agar kebutuhan barang terjaga selalu. Kebutuhan nasional saat ini tercatat 450.000 ton untuk daging sepanjang tahun, yang mana 150.000 ton untuk daging beku impor dan 300.000 ton sisanya dari sapi hidup (impor maupun lokal).

"Sehingga saran kami agar pemerintah punya stok daging cadangan pemerintah layaknya beras, dengan perkembangan zaman yang berjalan saat ini daging beku dapat bertahan 2 tahun lamanya (dalam cold storage), sehingga tinggal bagaimana pemerintah mungkin dalam hal ini BUMN yang bermain d ibidang pangan dapat memainkan peran dalam hal management stok yang baik, punya stok yang cukup berlimpah."

Dia mengingatkan agar negara selalu hadir dan berperan lebih jauh untuk menjaga kestabilan harga yang ada di pasar. Penerapan harga HET di pasar saat ini sudah cukup baik, hanya tinggal dibarengi dengan persediaan barang.

"Yang kami butuhkan hanya kestabilan harga sepanjang tahun, ketersediaan barang, serta harga yang terjangkau, dengan 3 poin tersebut dapat terpenuhi rakyat-nya senang dapat harga yang terjangkau, BUMN nya untung, pengusahanya happy." [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Harga Pangan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini