Lapangan Kerja di RI Terbatas, Moratorium TKI ke Timur Tengah Perlu Dikaji Ulang

Sabtu, 10 Agustus 2019 16:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Lapangan Kerja di RI Terbatas, Moratorium TKI ke Timur Tengah Perlu Dikaji Ulang Moratorium TKI. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Chairman of the Board of Trustess IDN-Global, Dino Patti Djalal, meminta pemerintah untuk mengkaji ulang moratorium TKI (tenaga kerja Indonesia) ke Timur Tengah. Ini dia sampaikan dalam acara Kongres Diaspora Indonesia ke-5 (CID-5), di Jakarta, Sabtu (10/8).

"Sudah saatnya kita mengkaji ulang moratorium TKI ke Timur Tengah. Karena sudah terlalu lama," ujar Dino.

"Mau sampai kapan, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun. Sementara pekerja-pekerja Filipina dan lain sebagainya sudah ke sana," lanjut dia.

Menurut dia, kondisi perekonomian domestik masih belum bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, peluang bekerja di luar negeri, termasuk ke Timur Tengah harus diberikan.

"Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen belum cukup berikan pekerjaan ke seluruh angkatan kerja yang bertambah tiap tahunnya," ungkapnya.

Dia mengakui latar belakang moratorium tersebut tentu terkait dengan adanya masalah yang menimpa para pekerja Indonesia di Timur Tengah. Karena itu, yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkuat sistem rekrutmen, sistem monitoring, dan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia.

"Kalau ada masalah kita perbaiki masalah itu, tapi kita tidak tutup peluang orang (moratorium TKI) yang mau kerja di negara lain," tandasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini