Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KSP Nilai Ahok Miliki Kompetensi Menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

KSP Nilai Ahok Miliki Kompetensi Menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru Peluncuran Buku BTP. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Begitu muncul, mantan Gubernur DKI itu menjadi polemik.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Donny Gahral Adian, menilai pencalonan Ahok tak perlu diributkan. "Saya kira nama Pak Ahok bukan lagi sesuatu yang mengherankan. Karena beliau saja pernah menjadi Gubernur, punya track record dalam mengelola ibu kota," kata Donny di Jakarta, Sabtu (7/3).

Dia melihat, nama Ahok masuk karena memang mempunyai kompetensi di bidang tersebut. "Karena memang ada kompetensinya begitu. Jadi bukan sembarangan ya," jelas Donny.

Dia pun menuturkan, sampai saat ini calon kepala badan otorita masih dikaji oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kan masih dalam pembahasan, belum diputuskan ya. Jadi saya kira kita tunggu saja dari Presiden yang akan diputuskan menjadi kepala Badan Otorita," kata Donny.

Menurut dia, calon-calon lain selain Ahok seperti Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, CEO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga mempunyai kompetensi memadai.

"Saya kira bukan hanya Pak Ahok ya. Jadi Pak Tumiyono juga ada 4 kan. Pak Bambang Bojonegoro, semuanya punya kelebihan masing-masing, maka semuanya itu ditimbang serius oleh presiden," pungkasnya.

Presiden Jokowi Beberkan Syarat jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

beberkan syarat jadi kepala badan otorita ibu kota baruRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum memutuskan pemimpin Badan Otorita Ibu Kota baru walau sudah banyak menerima usulan kandidat. Dia pun membeberkan syarat menjadi kepala badan otorita tersebut.

"Belum, ini kelas berat. Harus kelas berat karena menyangkut ngerti masalah keuangan, utamanya keuangan global, tapi ngerti juga mengenai urban planning, mengenai tata kota, dan memiliki jaringan internasional," ujar Jokowi dikutip dari laman Setkab.go.id, Sabtu (18/1).

Jokowi melanjutkan, untuk memudahkan Indonesia melakukan berbagai kerja sama, pemerintah telah mengundang tiga tokoh internasional sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru.

Ketiganya adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair. Dewan pengarah tersebut merupakan figur-figur yang memiliki reputasi baik di dunia internasional.

"Karena saya melihat beliau-beliau ini, Syekh Mohamad Bin Zayed Al Nahyan, Masayoshi Son, kemudian Tony Blair, ini adalah person-person yang memiliki reputasi yang baik di dunia internasional. Nantinya memang kitalah yang menyelesaikan operasional persoalan-persoalan yang ada di lapangan," jelasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP