Kontribusi Besar ke Ekonomi, Penerapan Industri 4.0 Makanan & Minuman Dipercepat

Senin, 5 Desember 2022 15:35 Reporter : Yunita Amalia
Kontribusi Besar ke Ekonomi, Penerapan Industri 4.0 Makanan & Minuman Dipercepat Menperin Agus Gumiwang. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri makanan dan minuman menjadi subsektor industri pengolahan nonmigas dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) triwulan-III tahun 2022, yaitu sebesar 38,69 persen. Performa positif ini menjadi dasar pemerintah mempercepat penerapan industri 4.0 pada subsektor manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi penunjang industri 4.0 di industri makanan dan minuman.

"Kami telah menyediakan fasilitas melalui pelaksanaan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 bagi manajer dan engineer, verifikasi Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dan pendampingan dalam penerapan industri 4.0 dengan target 800 perusahaan pada tahun 2022 dan 2023," ujar Agus, dikutip Senin (5/12).

Tak hanya itu, Kemenperin juga telah meluncurkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang merupakan indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian dan juga merupakan gambaran kondisi industri pengolahan serta prospek kondisi bisnis di Indonesia.

IKI bertujuan agar dapat digunakan untuk diagnosa permasalahan sektor industri serta penyelesaiannya secara cepat dan tepat. Pada November 2022, nilai IKI berada di posisi 50,89, menandakan sektor industri masih berada di jalur ekspansi.

"IKI bisa menjadi instrumen kami untuk merumuskan kebijakan yang tepat karena sangat penting, kami memohon kerja sama dari para pelaku industri untuk mengisi kuisioner IKI secara jujur dan faktual yang pengisiannya dilakukan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). IKI merupakan suara industri, jadi harus dilihat sebagai instrumen untuk menyuarakan keinginan dari para pelaku industri," ujar Menperin.

Dalam upaya untuk terus mendorong daya saing industri makanan dan minuman, Kemenperin juga terus memastikan ketersediaan bahan baku industri untuk mendukung roda produksi. Terkait dengan jaminan ketersediaan bahan baku ini, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian yang memastikan industri bisa memperoleh bahan baku melalui neraca komoditas.

"Tentu kami di Kemenperin akan terus berusaha menjamin bahwa rekan-rekan industri memiliki kecukupan bahan baku, dan komitmen dari Kemenperin, kami ingin terus memfasilitasi sehingga tidak ada subsektor manufaktur yang left behind," tegasnya.

Baca juga:
Strategi Jokowi Jaga Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Ancaman Resesi
Kementerian PUPR Siapkan Rp118 Triliun untuk Belanja Produk Dalam Negeri di 2023
Teknologi 5G Disebut Bisa Sumbang Rp2.800 Triliun ke PDB di 2030
Pemerintah Klaim KTT G20 Sumbang PDB ke Negara Rp7,5 Triliun
Pendapatan per Kapita RI Ditargetkan Sentuh USD10.000 di 2030
Kalahkan Inggris & Prancis, Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Ekonomi Terbesar Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini