Konflik Iran-AS Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Terus Naik
Merdeka.com - Harga minyak melonjak lebih dari 4 persen pada Selasa (7/1) malam, setelah pejabat Pentagon mengatakan Iran melakukan penyerangan ke ke pangkalan udara Irak Al Asad Rabu (8/1) pagi. Pangkalan Udara itu menampung pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS melonjak hingga USD 2,85 atau 4,5 persen ke posisi USD 65,65. Harga ini merupakan level tertinggi sejak April, sebelum menarik kembali ke USD 64,11. Benchmark internasional, minyak mentah Brent naik lebih dari 4 persen ke sesi tertinggi USD 71,75 per barel, tertinggi sejak September, sebelum mundur kembali ke USD 69,86.
"Saya pikir para pedagang sepenuhnya mengantisipasi pembalasan, tetapi tidak pada pasukan AS, yang menyebabkan para pedagang takut langkah selanjutnya oleh AS mungkin merupakan serangan balik ke Iran, yang dapat membuka kaleng cacing lain," kata kata direktur pelaksana Tudor, Pickering, Holt & Co. Michael Bradley, dilansir CNBC, Rabu (8/1).
Saham berjangka AS jatuh pada Selasa malam, dengan Dow Jones Industrial Average berjangka turun lebih dari 400 poin pada titik terendah, menunjukkan kerugian lebih besar dari 300 poin pada pembukaan Rabu. S&P 500 dan Nasdaq 100 futures menunjukkan kerugian setidaknya 1 persen.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Pertahanan untuk Urusan Publik Jonathan Hoffman mengatakan, penyerangan Iran tersebut bisa membuat West Texas Intermediate (WTI) berada di atas USD 70.
Penyerangan Iran
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKorps Pengawal Revolusi Islam Iran mengonfirmasi telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari Iran ke Irak sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Iran menembakkan roket untuk membalas pembunuhan orang terkuat nomor 2 di Iran tersebut. Menurut sebuah pernyataan di TV pemerintah.
"Pernyataan itu menyarankan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari kawasan itu untuk mencegah lebih banyak kematian," kata TV pemerintah.
Tidak diketahui pasti seberapa besar kerusakan atau pun korban jiwa di pangkalan tersebut. Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan pihaknya masih mendata sejumlah kerusakan akibat serangan Iran.
Hoffman menerangkan Teheran juga menargetkan pangkalan lainnya di Erbil, Irak selain pangkalan udara Al-Asad. "Kami sedang mengerjakan penilaian kerusakan pertempuran awal," ujarnya.
Presiden AS Donald Trump telah menerima laporan singkat soal serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Pemerintah AS sedang memantau situasi sekaligus berkonsultasi dengan tim keamanan nasional.
"Ketika kami mengevaluasi situasi dan respons kami, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan personel, mitra dan sekutu A.S di kawasan," terang Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya