Konflik Iran-AS Dikhawatirkan Ganggu Aliran Modal Asing ke Indonesia

Minggu, 5 Januari 2020 17:30 Reporter : Dwi Aditya Putra
Konflik Iran-AS Dikhawatirkan Ganggu Aliran Modal Asing ke Indonesia investasi. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Riset Centre of Reformon Economics (Core) Piter Abdullah menilai, ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran akan berimbas kepada perekonomian global. Kondisi geopolitik tersebut, menurutnya akan berdampak khususnya melalui jalur pasar keuangan.

Adapun kekhawatiran yang terjadi apabila kedua negara tersebut memanas maka akan menahan laju aliran modal asing masuk ke Indonesia. Kondisi ini kemudian berdampak pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kondisi Rupiah.

"Ketegangan ini juga bisa berdampak ke perekonomian melalui jalur perdagangan misalnya dengan kenaikan harga minyak," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Minggu (5/1).

Dia berharap, kedua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan dengan jalur damai. Jangan sampai ketegangan AS dan Iran merusak sentimen positif yang terbangun pasca kesepakatan perang dagang AS dan China.

"Tentunya kita berharap kedua pihak bisa menahan diri. Kalau itu ya g terjadi pasar keuangan global akan aman demikian juga dengan IHSG dan rupiah," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Penyesuaian Harga Minyak di APBN

Harga minyak dunia diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hubungan kedua negara pecah penyerangan AS tewasnya Panglima Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassim Sulaimani, yang memicu kekhawatiran mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai, hubungan panas kedua negara akan semakin menambah daftar panjang ketidakpastian ekonomi global. Di mana sebelumnya AS lebih dulu mengerem laju pertumbuhan global akibat perang dengan China.

"Potensi peningkatan harga minyak merupakan dampak jangka pendek yang bisa dirasakan Indonesia adapun dampak jangka panjang jika eskalasi Iran dan AS memanas akan menambah ketidakpastian global," katanya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (5/1).

Dia menyebut, Indonesia merupakan negara net importir minyak, maka sangat berpotensi adanya peningkatan nilai impor minyak. Sehingga, hal ini menjadi tantangan di tengah usaha pemerintah untuk memperkecil defisit pada neraca perdagangan dan juga transaksi berjalan. [azz]

Baca juga:
Antisipasi Konflik Iran-AS, Pemerintah Diminta Sesuaikan Harga Minyak di APBN
Donald Trump Sebut AS Siap Sedia Hadapi Balasan Iran Atas Kematian Qassim Sulaimani
Presiden Iran Tegaskan Akan Balas AS Atas Kematian Jenderal Qassim Sulaimani
Saudi Sebut Kematian Qassim Sulaimani Tak Perlu Diratapi, China Tuding AS Serampangan
Pemerintah Sudah Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Iran-AS
Hubungan Dengan Iran Memanas, Amerika Perbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini