Komentar Luhut soal ditunjuknya Chappy Hakim jadi bos baru Freeport

Senin, 21 November 2016 19:45 Reporter : Hana Adi Perdana
Komentar Luhut soal ditunjuknya Chappy Hakim jadi bos baru Freeport Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - ‎Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara terkait ditunjuknya Chappy Hakim menjadi Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI) yang baru menggantikan Maroef Sjamsoeddin. Menurut Luhut, keputusan tersebut sudah baik dan harus bisa diterima oleh semua pihak kendati Chappy berasal dari kalangan militer.

"Saya kira itu sudah dipilih. Kalau itu mungkin pilihan terbaik," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (21/11).

"Itu mungkin yang didapat sementara yang lebih bagus manage (Freeport) itu militer mungkin."

Disinggung mengenai percepatan divestasi Freeport, Luhut menyebut tak ada kaitannya dengan ditunjuknya Chappy Hakim sebagai bos baru Freeport. "Apa urusannya di situ? Kalau divestasi sudah ada peraturannya. Itu kan 2008 kalau engga keliru mestinya sudah 50 persen. Sekarang kan terlambat itu," tuturnya.

Mantan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) menilai penunjukan Chappy tidak akan memberi masalah.‎ "Nggak ada masalah. Dia orang profesional."

Kabar ditunjuknya Chappy sebagai Presdir Freeport yang baru sudah terendus dalam beberapa waktu lalu. Usai muncul surat Interoffice Memorandum dari Presiden dan Chief Executive Officer Freeport McMoran, Richard C Adkerson dan ditujukan pada PTFI yang mengumumkan pria kelahiran Yogyakarta, 68 tahun silam tersebut sebagai orang nomor satu di PTFI.

Chappy merupakan lulusan Akabri angkatan 1971 dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi pada 2007. Dia menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) pada 1987, Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) 1997, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada 1998.

Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947 ini diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pada 2002 saat Presiden dijabat Megawati Soekarnoputri. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini